Wakil Walikota Cirebon memberikan bantuan kepada sejumlah warga yang rumahnya ambruk dampak dari musibah banjir. Bantuan tersebut bukan dari program Rutilahu, namun dari gaji sebagai Wakil Walikota untuk membantu warga agar rumahnya bisa diperbaiki.
Rumah yang masuk kategori tidak layak di Kota Cirebon jumlahnya ratusan, namun yang baru bisa diakomodir baru puluhan rumah. Bahkan, banyak di antara rumah kurang layak mengalami hal tak terduga seperti ambruk dampak dari musibah banjir.
Sebagai upaya dan respon cepat, Wakil Walikota Cirebon, Siti Farida, turun ke sejumlah lokasi rumah ambruk, baik di wilayah Pegajahan, Kalijaga, dan beberapa rumah lainnya. Tidak hanya meninjau, Wakil Walikota juga memberi bantuan untuk warga yang rumahnya ambruk agar bisa diperbaiki.
Baca Juga:Belum Sebulan Diperbaiki Jalan Kanci-Sindanglaut Rusak Lagi – VideoSawit Masih Tertanam Di Atas Bukit Dan Belum Dicabut – Video
Bantuan tersebut bukan dari usulan program Rutilahu, namun menggunakan dana gaji pribadi sebagai Wakil Walikota. Data di tahun 2025 setidaknya ada 378 permohonan bantuan renovasi Rutilahu yang belum bisa ditindaklanjuti oleh Pemkot melalui Dinas Sosial, namun dari angka tersebut baru 59 rumah yang dibantu melalui dana BTT.
Diharapkan kedepannya penanganan rumah tidak layak huni menjadi skala prioritas bagi pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat, agar masyarakat bisa tinggal di rumah yang memiliki standar layak huni.