RADARCIREBON.TV – Borussia Monchengladbach harus menerima kenyataan pahit setelah kalah di kandang Hoffenheim dalam pertandingan pekan ke-17 Bundesliga 2025/2026. Tim Die Fohlen mengalami kekalahan telak 1-5 saat bertanding di PreZero Arena, pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB.
Pemain andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, kembali diandalkan sebagai pemain inti dan tidak tergantikan dalam laga ini. Ia kembali bersama Nico Eveldi dan Phillip Sander membentuk pertahanan di depan gawang Moritz Nicolas.
Namun, kali ini, Monchengladbach tampak tidak berdaya. Mereka sudah kebobolan empat gol di babak pertama, termasuk hattrick dari Andrej Kramaric. Pemain bintang asal Kroasia ini memulai dengan gol penalti pada menit ke-22.
Baca Juga:Sudah Kasih Perlawanan Sengit, Lanny/Tiwi Takluk dari Unggulan Pertama India Open 2026BWF Umumkan Drawing Indonesia Masters 2026, Ganda Indonesia Terancam!
Hanya dua menit kemudian, Tim Lemperle menjadikan skor 2-0 untuk Hoffenheim. Andrej Kramaric menambahkan dua gol lagi di masa injury time babak pertama.Di paruh kedua, Kevin Diks dan rekan-rekannya hanya memiliki opsi untuk bangkit. Pelatih Eugen Polanksi memasukkan Kota Takai, Shuto Machino, Kevin Stoger, dan Wael Mohya.
Memasuki babak kedua, permainan Monchengladbach mulai menunjukkan perubahan positif. Mereka berhasil memperkecil ketertinggalan lewat gol Shuto Machino pada menit ke-69 yang didapat dari assist Rocco Reitz.
Sayangnya, gawang Monchengladbach kembali kebobolan di menit ke-77. Sundulan dari Max Moerstedt, yang memanfaatkan assist Valentin Gendrey, memastikan kemenangan telak 5-1 bagi Hoffenheim.
Terjepit di Papan Tengah
Hasil buruk saat melawan Hoffenheim membuat Monchengladbach tetap terjebak di posisi ke-10 klasemen sementara. Mereka mengumpulkan 19 poin dari 17 pertandingan.
Sementara itu, Hoffenheim berhasil naik ke posisi lima besar dengan 30 poin. Selanjutnya, Monchengladbach akan menghadapi tuan rumah Hamburg pada Sabtu (17/1/2026).
Dengan Bundesliga memasuki putaran kedua, Gladbach harus segera melakukan perbaikan untuk menghindari zona bawah dan ancaman degradasi.
