Evaluasi Paruh Musim Persib Bandung: Dominan Setelah Jeda, Penalti Jadi Catatan Merah

logo persib
ig @persib
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Persib Bandung kembali menegaskan konsistensinya di level tertinggi sepak bola nasional dengan menyandang status juara paruh musim Super League 2025/2026. Capaian ini sekaligus mengulang kisah manis musim lalu, ketika Maung Bandung mampu menjaga performa hingga akhirnya mengangkat trofi juara di akhir kompetisi. Situasi tersebut tentu memunculkan optimisme di kalangan Bobotoh bahwa sejarah serupa bisa kembali terulang.

Meski berada di puncak klasemen, pelatih Persib Bojan Hodak menegaskan timnya belum sepenuhnya sempurna. Pelatih asal Kroasia itu mengantongi sejumlah catatan penting yang wajib dibenahi pada putaran kedua, terutama soal efektivitas penyelesaian akhir dan fokus permainan di momen krusial.

Salah satu sorotan utama adalah kegagalan Persib dalam mengeksekusi tendangan penalti. Sepanjang paruh musim, tercatat lima peluang penalti gagal dikonversi menjadi gol. Rinciannya terjadi saat menghadapi PSIM Yogyakarta dengan dua kegagalan, kemudian masing-masing satu kegagalan saat melawan Persita Tangerang, Bangkok United, dan PSM Makassar. Catatan ini menjadi anomali tersendiri mengingat Persib kerap tampil dominan dalam penguasaan permainan.

Baca Juga:Persik Kediri Tancap Gas di Bursa Transfer: Kapten Kerala Blasters Dibidik, Duo Hehanussa Berpeluang PulangIsu Transfer Marko Dugandzic ke Persib Mendingin: Dari Kandidat Kuat Kini Menghilang

“Kami berada di posisi nomor satu, tentu saya senang dan puas. Tapi pada saat yang sama, kami masih bisa tampil lebih baik,” ujar Bojan Hodak. Ia menambahkan bahwa selain penalti, Persib juga beberapa kali kehilangan poin akibat kebobolan di menit-menit akhir pertandingan.

Memang, secara statistik Persib menjadi tim dengan pertahanan terbaik sejauh ini, hanya kebobolan 11 gol. Namun, kemasukan pada fase akhir laga menjadi masalah berulang yang berdampak langsung pada hasil. Hal inilah yang kini menjadi pekerjaan rumah utama Hodak, yakni menjaga konsentrasi pemain bukan hanya selama 90 menit, tetapi hingga peluit panjang benar-benar berbunyi.

Di sisi lain, performa ofensif Persib justru menunjukkan tren positif, terutama di babak kedua. Dari total 24 pertandingan di semua kompetisi -Super League, AFC Champions League Two, dan play-off ACL 2- Persib berhasil mencetak 40 gol. Menariknya, 26 gol di antaranya tercipta setelah turun minum, dengan sembilan gol dicetak pada 10 menit terakhir pertandingan.

Statistik tersebut menunjukkan mentalitas kuat Persib dalam menghadapi tekanan. Hodak pun menilai hal ini secara adil. Meski timnya kerap kebobolan di menit akhir, Persib juga sering mencetak gol penentu pada fase yang sama.

0 Komentar