India Open 2026, Momen Balas Dendam Setelah Gagal Di Malaysia Open 2026

Jonathan Christie
Jonathan Christie Foto : Badminton Ina
0 Komentar

3. Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani – Ganda Putra (Unggulan 7)

Sektor ganda putra, yang dulu menjadi lumbung gelar, kini berada di persimpangan. Sabar/Reza adalah pasangan potensial, tetapi belum sepenuhnya meyakinkan di level Super 750. Kekalahan di Malaysia Open membuka mata bahwa regenerasi ganda putra belum sepenuhnya matang.

India Open adalah kesempatan emas untuk membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penggembira undian. Konsistensi, ketenangan, dan keberanian bermain agresif akan menentukan apakah mereka layak menjadi tulang punggung baru ganda putra Indonesia.

4. Lanny Tria Mayasari/Amalia Cahaya Pratiwi – Ganda Putri

Baca Juga:Sempat Merasa Dicurangi, Jojo Tetap Tenang dan Amankan Kemenangan di BWF India Open 2026Siaran Langsung BWF India Open 2026 Tayang di TVRI, RCTI atau TV Mana?

Pasangan ini membawa harapan di tengah minimnya stok ganda putri elite Indonesia pasca era Greysia/Apriyani. Namun harapan saja tak cukup. Malaysia Open menunjukkan bahwa sektor ini masih tertinggal secara tempo dan kekuatan mental dibanding rival-rival Asia Timur.

India Open adalah panggung pembuktian: apakah Lanny/Amalia mampu keluar dari bayang-bayang senior mereka, atau justru kembali terjebak dalam siklus “potensi tanpa prestasi”.

India Open 2026 sejatinya adalah cermin. Cermin tentang arah pembinaan, kedalaman skuad, dan keberanian mengambil risiko. Dengan hanya empat wakil, Indonesia seolah bermain aman di tengah tuntutan besar publik dan sejarah panjang kejayaan.

Balas dendam atas kegagalan di Malaysia Open tidak cukup dengan tekad. Ia menuntut hasil nyata. Jika India Open kembali berakhir tanpa gelar atau bahkan tanpa semifinal, maka kritik keras terhadap strategi PBSI bukan lagi sekadar opini melainkan keniscayaan. New Delhi akan menjadi saksi: bangkit, atau kembali pulang dengan kepala tertunduk.

0 Komentar