Ini Ibadah yang Disarankan Saat Momentum Isra Mi'raj

Isra Mi’raj
Amalan Malam Isra Mi’raj 27 Rajab: Panduan Lengkap Ibadah, Puasa, dan Zikir. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Isra Mi‘raj merupakan salah satu peristiwa paling agung dan monumental dalam sejarah Islam. Peristiwa luar biasa ini tidak hanya menceritakan perjalanan fisik Rasulullah ﷺ dari bumi ke langit, tetapi juga menyimpan pesan mendalam tentang hubungan spiritual antara seorang hamba dengan Allah ﷻ. Menjelang peringatan Isra Mi‘raj yang jatuh pada Jumat, 16 Februari 2026, umat Islam kembali diajak untuk merenungi makna besar dari peristiwa yang menjadi titik peneguhan iman dan pondasi utama ibadah shalat.

Peristiwa Isra Mi‘raj terjadi pada masa yang sangat berat dalam kehidupan Rasulullah ﷺ. Masa ini dikenal sebagai ‘Amul Huzn atau Tahun Kesedihan, ketika Nabi kehilangan dua sosok terdekat sekaligus penopang utama dakwahnya: Khadijah binti Khuwailid RA dan Abu Thalib. Duka tersebut semakin dalam setelah Rasulullah ﷺ mengalami penolakan dan perlakuan menyakitkan saat berdakwah ke Thaif. Dalam situasi penuh luka batin dan tekanan itulah, Allah ﷻ memperjalankan hamba-Nya dalam sebuah perjalanan agung sebagai bentuk penghiburan, penguatan, dan pemuliaan.

Isra Mi‘raj terdiri atas dua rangkaian peristiwa besar. Isra adalah perjalanan malam Rasulullah ﷺ dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina. Perjalanan yang secara logika manusia mustahil ini ditempuh dalam waktu singkat dengan kendaraan bernama Buraq, didampingi Malaikat Jibril AS. Peristiwa ini secara tegas diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1, sebagai bukti bahwa Isra bukan sekadar kisah simbolik, melainkan peristiwa nyata atas kehendak dan kekuasaan Allah ﷻ.

Baca Juga:Bukan sembarangan, Ini Keajaiban Isra mi'raj yang Kamu Harus TahuIni Dia! Doa Malam 27 Rajab Isra Miraj dan Amalan Ringan yang Bisa Diamalkan

Setelah tiba di Masjidil Aqsha, Rasulullah ﷺ melanjutkan perjalanan Mi‘raj, yaitu naik ke langit hingga mencapai Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan tersebut, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu di setiap lapisan langit, menandakan kesinambungan risalah tauhid dari generasi ke generasi. Puncak Mi‘raj menjadi momen paling bersejarah bagi umat Islam, ketika Rasulullah ﷺ menerima perintah shalat secara langsung dari Allah ﷻ tanpa perantara wahyu. Awalnya, shalat diwajibkan sebanyak lima puluh kali sehari semalam, sebelum akhirnya diringankan menjadi lima waktu dengan pahala yang tetap setara lima puluh.

0 Komentar