Jadwal Gila Timnas Indonesia Era John Herdman, Tanpa Henti dari FIFA Series hingga Piala Asia

john Herdman
Jadwal Gila Timnas Indonesia Era John Herdman. Foto : Instagram @pssi
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Timnas Indonesia langsung diiringi dengan tantangan besar. Bukan hanya karena ia memegang tim senior, tetapi juga Timnas Indonesia U-23 sekaligus. Dalam kontrak dua tahun yang diberikan PSSI, Herdman dihadapkan pada jadwal yang bisa dibilang sangat padat, bahkan nyaris tanpa jeda. Inilah yang membuat banyak pihak menyebut periode 2026–2027 sebagai “kalender gila” bagi skuad Garuda.

Sepanjang tahun 2026 saja, Timnas Indonesia dan U-23 sudah dijadwalkan mengikuti berbagai ajang penting. Dimulai dengan FIFA Series pada Maret 2026, diikuti FIFA Matchday Juni, lalu ASEAN Championship atau Piala AFF yang berlangsung dari akhir Juli hingga Agustus. Belum selesai, skuad U-23 juga harus tampil di Asian Games pada September–Oktober, sementara tim senior masih harus menjalani FIFA Matchday di periode yang hampir bersamaan. Di akhir tahun, masih ada lagi FIFA Matchday November 2026.

Memasuki 2027, tantangan justru semakin besar. Awal tahun langsung dibuka dengan Piala Asia 2027 di Arab Saudi, turnamen paling prestisius di benua Asia. Setelah itu, masih ada beberapa FIFA Matchday, lalu disusul SEA Games 2027 yang melibatkan Timnas U-23. Bahkan, agenda seperti ASEAN Championship U-23 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2028 juga sudah menunggu di belakangnya. Totalnya, lebih dari 10 ajang besar harus ditangani Herdman dalam waktu dua tahun.

Baca Juga:Potensi Naturalisasi Jadi Magnet, Ini Alasan John Herdman Tertarik Latih Timnas IndonesiaUpdate Klasemen BRI Super League 2025/2026 Hari Ini 13 Januari, Persaingan Lima Besar Makin Ketat

Padatnya jadwal ini tentu membawa risiko besar, terutama soal kebugaran pemain. Para penggawa Timnas Indonesia banyak yang bermain di liga domestik dan luar negeri, sehingga mereka tidak hanya menghadapi jadwal tim nasional, tetapi juga beban kompetisi klub. Jika tidak diatur dengan baik, potensi kelelahan, cedera, hingga penurunan performa bisa menjadi ancaman nyata.

Di sinilah peran rotasi skuad menjadi sangat krusial. Herdman menyadari bahwa ia tidak bisa mengandalkan 11–15 pemain yang sama di semua turnamen. Ia membutuhkan “kolam talenta” yang luas, sehingga Timnas Indonesia memiliki cukup banyak opsi di setiap posisi. Turnamen seperti Piala AFF dan SEA Games bahkan bisa dijadikan ajang untuk menguji pemain muda, sementara pemain inti difokuskan untuk kompetisi yang lebih prestisius seperti Piala Asia dan FIFA Series.

0 Komentar