RADARCIREBON.TV – Bulan Rajab merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam kalender Islam (Asyhurul Hurum). Di dalamnya terdapat satu malam yang dianggap sangat istimewa oleh mayoritas umat Muslim, yakni malam ke-27 Rajab. Malam ini diyakini sebagai waktu terjadinya peristiwa agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Selain mengenang sejarah perjalanan spiritual Rasulullah, malam ini juga menjadi momentum emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amalan dan mengetuk pintu langit.
Mengapa malam 27 Rajab begitu spesial?
Berdasarkan tradisi para ulama dan keterangan dalam berbagai kitab salaf, malam ini adalah waktu di mana rahmat Allah tumpah ruah. Oleh karena itu, para ulama menganjurkan kita untuk menghidupkan malam tersebut dengan ibadah, mulai dari salat sunnah, zikir, hingga doa-doa khusus. Keyakinannya adalah, siapa pun yang sungguh-sungguh memohon, maka keinginan atau hajatnya akan lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
Amalan dan Doa Malam 27 Rajab
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah melakukan salat sunnah. Merujuk pada risalah doa yang umum diamalkan para ulama, seseorang dianjurkan melaksanakan salat sunnah (bisa salat hajat atau salat mutlak) sebanyak 12 rakaat. Setelah salam, bacalah zikir berupa Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar sebanyak 100 kali, istighfar 100 kali, dan salawat Nabi 100 kali.
Baca Juga:Cek Katalog Promo JSM Indomaret 16-21 Januari 2026 Terbaru Pekan IniSemen Padang Datangkan Delapan Pemain Asing Baru untuk Putaran Kedua
Setelah itu, tutuplah dengan doa inti. Baca doa ini di malam 27 rajab insya allah hajat terpenuhi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِمُشَاهَدَةِ أَسْرَارِ الْمُحِبِّينَ، وَبِالْخَلْوَةِ الَّتِي خَصَّصْتَ بِهَا سَيِّدَ الْمُرْسَلِينَ حِينَ أَسْرَيْتَ بِهِ لَيْلَةَ السَّابِعِ وَالْعِشْرِينَ، أَنْ تَرْحَمَ قَلْبِيَ الْحَزِينَ وَتُجِيبَ دَعْوَتِي يَا أَكْرَمَ الْأَكْرَمِينَ
(Allahumma inni as’aluka bimusyahadati asraril muhibbin, wabil khalwatillati khashshashta biha sayyidal mursalin hina asraita bihi lailatas sabi’i wal ‘isyrin, an tarhama qalbiyal hazina wa tujiba da’wati ya akramal akramin).
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan penyaksian rahasia-rahasia para pecinta, dan dengan kesunyian (khalwat) yang Engkau khususkan bagi pemimpin para Rasul ketika Engkau memperjalankannya pada malam 27 Rajab, agar Engkau mengasihani hatiku yang sedang sedih dan mengabulkan doa-doaku, wahai Yang Maha Mulia di antara yang mulia.”
Doa Meminta Keberkahan
Selain doa di atas, Syekh Abdurrahman al-Shafuri dalam kitab Nuzhatul Majalis juga menekankan pentingnya meminta ketetapan iman dan keberkahan hidup. Doa lain yang bisa dilantunkan adalah:
