RADARCIREBON.TV – Persib Bandung sukses mengunci status juara paruh musim BRI Super League 2025/26. Prestasi ini mempertegas dominasi Maung Bandung, tidak hanya di kompetisi domestik, tetapi juga di level Asia melalui AFC Champions League 2. Namun di balik pencapaian tersebut, pelatih Persib Bojan Hodak justru melontarkan peringatan serius.
Pelatih asal Kroasia itu menegaskan bahwa performa Persib belum sepenuhnya ideal. Meski berada di puncak klasemen, Hodak menilai masih ada celah yang berpotensi menjadi masalah besar jika tidak segera dibenahi pada putaran kedua.
“Lihat, kami nomor satu di liga, tentu saya senang dan puas. Tapi pada saat yang sama, kami masih bisa bermain lebih baik,” ujar Bojan Hodak.
Baca Juga:Persik Kediri Tancap Gas di Bursa Transfer: Kapten Kerala Blasters Dibidik, Duo Hehanussa Berpeluang PulangIsu Transfer Marko Dugandzic ke Persib Mendingin: Dari Kandidat Kuat Kini Menghilang
Sorotan utama Hodak tertuju pada konsentrasi tim di menit-menit akhir pertandingan. Dalam beberapa laga, Persib tercatat kebobolan menjelang laga berakhir. Situasi ini tidak hanya merusak clean sheet, tetapi juga membuat Persib kehilangan poin penting yang seharusnya bisa diamankan dengan lebih mudah.
Menurut Hodak, masalah tersebut tidak bisa dianggap sepele. Jika terus berulang, kebobolan di menit akhir bisa menjadi bumerang di fase krusial musim, terutama saat persaingan gelar semakin ketat dan margin kesalahan makin kecil.
Meski demikian, Hodak juga bersikap realistis. Ia mengakui tidak bisa mengkritik timnya secara berlebihan. Pasalnya, dalam banyak kesempatan, Persib justru mampu membalikkan keadaan dan memenangkan pertandingan di menit-menit akhir. Mentalitas inilah yang menjadi salah satu alasan Persib bisa melaju konsisten hingga memuncaki klasemen.
“Kami juga sering memenangkan pertandingan di menit akhir. Jadi saya tidak bisa terlalu banyak komplain. Sejauh ini performa tim berjalan sangat solid dan itu tercermin dari posisi kami yang masih bertengger di puncak klasemen, baik di kompetisi domestik maupun fase grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tapi tetap ada ruang untuk berkembang,” jelasnya.
Dominasi Persib di klasemen Super League dan AFC Champions League 2 menjadi bukti bahwa hampir seluruh sektor tim berjalan efektif. Namun bagi Hodak, hasil positif bukan alasan untuk berpuas diri. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan jika Persib ingin menjaga peluang juara hingga akhir musim.
