RADARCIREBON.TV – Dalam pertandingan Serie A 2025/2026 yang berlangsung di Stadio Giuseppe Sinigaglia, AC Milan meraih kemenangan penting 3-1 atas Como, Jumat (16 Januari 2026) dini hari WIB. Duel ini tak hanya dipenuhi emosi dan dramatis, tetapi juga menampilkan performa luar biasa dari satu pemain yang dinobatkan sebagai Man of the Match: gelandang Adrien Rabiot. Kontribusinya menjadi faktor kunci kemenangan Milan dan berperan besar dalam mematahkan perlawanan kuat tim tuan rumah.
Rabiot bukan sekedar pemain yang tampil solid, tetapi ia benar-benar menjadi ancaman utama di lini tengah dan lini depan Milan. Dua gol dan intensitas permainannya membuatnya pantas menyandang gelar terbaik di laga ini, sekaligus menunjukkan bahwa Rossoneri memiliki opsi serangan yang lebih dari sekadar lini depan semata.
Mengapa Adrien Rabiot Jadi Man of the Match
1. Dua Gol Kemenangan yang Krusial
Baca Juga:Man of the Match Racing Santander vs Barcelona: Lamine Yamal Jadi Penentu KemenanganRapor Pemain AC Milan vs Como: Maignan Jadi Benteng Kokoh, Rabiot Ganda Gol Bawa Rossoneri Menang
Performa Rabiot dalam laga ini sangat menentukan. Ketika Milan tertinggal terlebih dahulu pada menit awal, tim asuhan pelatih Stefano Pioli menunjukkan karakter kuat dan kebangkitan di babak kedua. Rabiot mencetak dua gol yang keduanya krusial untuk membalikkan keadaan:
Gol pertama: penyelesaian terukur dari jarak dekat, yang berhasil menyamakan kedudukan setelah Milan sempat mendapat tekanan besar.
Gol kedua: tembakan akurat yang tidak mampu diantisipasi pertahanan Como, memastikan Rossoneri memimpin dan menjaga momentum sampai akhir pertandingan.
Gol-gol itu bukan hanya soal angka di papan skor, tetapi juga momentum yang memicu perubahan total ritme permainan Milan. Tanpa kontribusi Rabiot, Milan mungkin kesulitan untuk bangkit dari tekanan awal Como. (bola.net)
2. Dominasi Lini Tengah & Kreativitas Permainan
Selain gol, Rabiot menunjukkan dominasi di lini tengah. Ia terlibat secara intens dalam penguasaan bola, distribusi umpan yang menambah ritme serangan Milan, serta kerja keras tak hanya di fase menyerang tetapi juga saat membantu transisi pertahanan. Keputusannya untuk mengangkat tempo dan memilih umpan-umpan terukur memberikan dampak besar bagi struktur permainan keseluruhan.
Statistik mencatat bahwa Rabiot terlibat langsung dalam beberapa fase serangan kunci, serta memiliki sejumlah umpan yang membuka ruang bagi rekan-rekannya. Perannya membantu menjaga keseimbangan permainan serta mengatur ritme, membuatnya layak jadi sosok paling berpengaruh dalam pertandingan ini.
