RADARCIREBON.TV – Di bawah cahaya terang Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Jumat (16/1/2026), cerita India Open 2026 mulai menemukan porosnya.
Di tengah persaingan ketat para unggulan, satu nama tampil paling menjanjikan sejak awal: Jonatan Christie. Tunggal putra andalan Indonesia itu berdiri di jalur harapan, memimpin narasi turnamen, menanti siapa pun yang datang dari sisi seberang undian semifinal.
Jonatan memastikan langkah ke empat besar dengan cara yang meyakinkan. Menghadapi Christo Popov, ia menunjukkan kematangan permainan yang kian lengkap.
Baca Juga:Cuma Sampai Semi Final di Malaysia Open 2026, Jonathan Christie Kalah Telak Lawan KunlavutHasil Final Denmark Open 2025: Jonathan Christie Juara Tunggal Putra, Fajar/Fikri Runner-Up
Skor kembar 21-19, 21-19 memang terlihat tipis, namun Jonatan selalu mampu mengendalikan momen krusial. Setiap reli panjang, setiap poin penentuan, dijawab dengan ketenangan yang mencerminkan statusnya sebagai unggulan pertama.
Di usia 28 tahun, Jonatan bukan lagi sekadar talenta besar, melainkan figur sentral yang siap memikul ekspektasi.
Dominasi Jonatan sejak awal turnamen perlahan membuka harapan publik Indonesia. Absennya dua rival utama, Shi Yu Qi dan Anders Antonsen, semakin memperlebar jalan. India Open 2026 menjadi peluang emas bagi Jonatan untuk memulai musim dengan gelar, sekaligus menandai kebangkitan Indonesia di kalender BWF tahun ini.
Sementara itu, dari sisi lain bagan, drama besar tersaji di babak perempat final. Loh Kean Yew, mantan juara dunia 2021, mencuri perhatian lewat kemenangan penuh perjuangan atas unggulan kedua asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn. Laga berdurasi lebih dari satu jam itu menjadi bukti bahwa insting juara Loh Kean Yew belum padam.
Kunlavut tampil meyakinkan di gim pertama. Ia langsung menekan sejak awal, unggul cepat 5-1, sempat dikejar hingga 8-8, namun kembali memimpin hingga interval dan menutup gim pembuka dengan skor 21-14. Irama cepat dan agresif membuat Loh Kean Yew kesulitan keluar dari tekanan.
Namun pertandingan berubah arah di dua gim berikutnya. Loh Kean Yew mulai membaca permainan, memanjangkan reli, dan memancing kesalahan. Di gim kedua, Kunlavut kehilangan lima poin beruntun di fase akhir, membuat skor berbalik menjadi 21-15 untuk wakil Singapura itu. Gim ketiga berlangsung ketat hingga kedudukan 14-14, sebelum Loh Kean Yew tampil lebih efektif dan menutup laga dengan kemenangan 21-17.
