Masyarakat Desa Cigobang memanas dan mengambil tindakan tegas dengan langsung mencabut pohon sawit karena perusahaan dianggap ingkar janji.
Masyarakat Desa Cigobang, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon, menunjukkan ekspresi bahagia saat pohon sawit berusia empat bulan berhasil dicabut paksa. Polemik sawit di kawasan perbukitan Cigobang memanas, dan masyarakat mengambil langkah tegas karena PT KCSM kerjasama kemitraan penanaman kelapa sawit ingkar janji.
Padahal, pada tanggal 15 Januari kemarin pihak perusahaan berjanji akan melakukan pencabutan. Namun selama tenggat waktu sepekan dan kini sudah terlewat, tidak ada aksi pencabutan sawit oleh PT KCSM. Di tengah aksi nekat ini, masyarakat memekikan suara penolakan dan pencabutan sawit dengan penuh semangat, sebagai bentuk perlawanan terhadap keberadaan sawit yang dimotori oleh PT KCSM.
Baca Juga:Siswa SMPN 12 Terima Bantuan Perlengkapan Sekolah – VideoInspektorat Luruskan Polemik LHP BPK Disdik Kab. Cirebon – Video
Ibu-ibu bahkan nampak tak gentar, dan rela berjalan ratusan meter menaiki Bukit Cigobang untuk mencabut sawit yang dikhawatirkan memberi dampak buruk terhadap lingkungan di masa depan. Semangat membara dengan tekad di dada dalam menolak sawit, menjadi pemicu ibu-ibu agar anak cucu di masa depan masih bisa menikmati kondisi alam yang lestari, dan tidak beralih fungsi menjadi hutan sawit.
Tokoh masyarakat setempat juga menyuarakan penolakan keras terhadap sawit, terlebih saat ini ada payung hukum melalui edaran Gubernur Jawa Barat yang melarang adanya penanaman sawit di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat. Berlalunya tenggat waktu yang dijanjikan PT KCSM dalam upaya pencabutan sawit, diperparah dengan adanya tuntutan ganti rugi 15 ribu per pohon kepada pemilik lahan, yang membuat masyarakat semakin geram.
Sementara, masyarakat Desa Cigobang sudah teguh pendirian dan tetap menolak sawit di Bukit Cigobang. Bahkan kini masyarakat sudah sangat teredukasi mengenai bahayanya sawit terhadap ancaman kerusakan lingkungan, terlebih Bukit Cigobang merupakan wilayah resapan air yang rawan rusak dan longsor, jika vegetasi tanaman hutan yang beragam dikuasai satu komoditas sawit.