RADARCIREBON.TV – Ada perpisahan yang terasa sunyi, bukan karena konflik, melainkan karena harapan. PERSIB Bandung akhirnya mengambil keputusan yang tak mudah dengan meminjamkan Muhammad Rezaldi Hehanussa dan Al Hamra Hehanussa ke Persik Kediri pada putaran kedua Super League 2025/2026.
Enam bulan ke depan, keduanya akan meninggalkan Bandung bukan sebagai yang tersisih, tetapi sebagai pemain yang sedang dipersiapkan untuk kembali lebih kuat.
Langkah ini menjadi kompromi antara ambisi klub dan kebutuhan pemain. Di tengah padatnya persaingan skuad Maung Bandung, jam terbang menjadi kemewahan yang sulit didapat. Rezaldi dan Hamra, dua nama yang terus bekerja dalam diam, akhirnya harus sementara menjauh dari rumah mereka sendiri.
Baca Juga:Jadwal BRI Super League Januari 2026 Persib Bandung Hadapi PSBS Biak dan Persis SoloTembus 9 Clean Sheet, Tembok Terakhir Persib Tetap Rendah Hati
Bagi Rezaldi, musim ini bukan tentang sorotan. Pada putaran pertama Super League 2025/26, bek kiri berpengalaman itu hanya sekali turun sebagai pemain pengganti saat laga tandang melawan PSIM Yogyakarta, Agustus lalu. Di level Asia, ia juga mencatat dua penampilan di AFC Champions League Two seluruhnya dari bangku cadangan. Sebuah kontras bagi pemain yang pernah menjadi bagian penting dari era kejayaan PERSIB, termasuk dua gelar Liga 1 beruntun.
Sementara bagi Hamra, ceritanya bahkan lebih sunyi. Bergabung di awal musim dengan harapan besar, ia belum sekali pun merasakan atmosfer pertandingan resmi. Namun, di balik itu, Hamra tak pernah absen dari kerja keras. Setiap sesi latihan menjadi panggungnya sendiri menunjukkan disiplin, kemauan belajar, dan kualitas yang membuat staf pelatih tetap menaruh kepercayaan.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menegaskan bahwa peminjaman ini bukan keputusan untuk melepas, melainkan menjaga.
“Hamra punya potensi besar. Dia berkembang setiap hari, sikapnya luar biasa, dan kualitasnya jelas. Kami tidak ingin potensi itu berhenti hanya karena minimnya menit bermain. Persik memberi ruang agar dia tumbuh melalui pertandingan,” ujar Adhitia.
Ia juga menegaskan bahwa keputusan serupa berlaku bagi Rezaldi. Enam bulan ke depan dianggap sebagai fase penting untuk menjaga ritme, kesiapan mental, dan ketajaman kompetitif.
“Sepak bola bukan hanya soal kemampuan, tapi kontinuitas. Kami berharap Rezaldi dan Hamra mendapat menit bermain reguler, menjaga performa, dan kembali dengan pengalaman yang lebih matang,” katanya.
