RADARCIREBON.TV – Piala AFF 2026 berpotensi menghadirkan wajah berbeda bagi Timnas Indonesia. Turnamen yang digelar pada 24 Juli hingga 26 Agustus 2026 itu tidak masuk kalender FIFA, sehingga peluang memanggil pemain abroad yang merumput di Eropa dan Amerika Serikat terbilang sangat kecil.
Kondisi ini membuat Timnas Indonesia kemungkinan harus tampil tanpa sejumlah pilar utama yang selama ini bermain di liga elite dunia. Nama-nama seperti Jay Idzes, Kevin Diks, Emil Audero, Ole Romeny, Calvin Verdonk, Dean James, Justin Hubner, hingga Maarten Paes diprediksi sulit bergabung karena masih terikat agenda pramusim dan kompetisi klub masing-masing.
Meski demikian, peluang tidak sepenuhnya tertutup. Fokus justru mengarah ke pemain abroad yang berkarier di Asia, khususnya Asia Tenggara. Mayoritas liga di kawasan ini biasanya memasuki masa transisi musim pada periode Piala AFF, membuka celah bagi Timnas Indonesia untuk memanggil pemain terbaiknya.
Andalan dari Thailand dan Malaysia
Baca Juga:Mengenal Timnas Bulgaria, Calon Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 23–31 Maret 2026, Hadapi Bulgaria dan Peru
Sejumlah pemain abroad yang merumput di Thailand menjadi opsi paling realistis bagi pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. Nama Shayne Pattynama dan Sandy Walsh yang membela Buriram United, Asnawi Mangkualam bersama Port FC, serta Pratama Arhan di Bangkok United, masuk dalam radar kuat.
Kompetisi Thai League 1 musim 2025/2026 dijadwalkan berakhir pada 10 Mei 2026. Jika musim baru belum berjalan saat Piala AFF dimulai, keempat pemain tersebut berpeluang besar memperkuat Skuad Garuda.
Tak hanya dari Thailand, opsi juga datang dari Liga Malaysia. Ramadhan Sananta yang kini bermain bersama DPMM FC di Liga Super Malaysia berpotensi menjadi tambahan tenaga di lini depan Timnas Indonesia.
Herdman Sudah Hitung Risiko Sejak Awal
John Herdman sejak awal bersikap realistis terkait situasi ini. Ia menyadari bahwa Piala AFF 2026 bukan turnamen ideal untuk memanggil pemain yang berkarier di level tertinggi Eropa dan Amerika.
“Turnamen pada Juli dan Agustus 2026 adalah situasi yang berbeda. Sulit membawa pemain tier satu dan dua karena mereka memiliki komitmen klub, dan itu di luar kalender FIFA,” ujar Herdman.
Meski begitu, pelatih asal Kanada tersebut justru melihat Piala AFF 2026 sebagai momentum strategis. Turnamen ini dinilai menjadi ajang untuk menguji kedalaman skuad dan membuka peluang bagi pemain-pemain lain yang jarang mendapatkan menit bermain di agenda FIFA Matchday.
