Sabet Top Skor Piala Afrika 2025, Brahim Diaz Rayakan Trofi dengan Air Mata

Brahim Diaz
Tangis Brahim Diaz saat terima Trofi Top Scorer Piala Afrika 2025. Foto: Instagram Brahim Diaz / tangkapan layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Brahim Diaz memperoleh penghargaan top scorer Piala Afrika 2025 dengan perasaan hancur, lantaran gagal membawa timnas Maroko menyabet gelar juara.

Timnas Maroko gagal membawa pulang trofi usai tumbang 0-1 dari Timnas Senegal pada laga final di Stadion Pangeran Moulay Abdellah, Minggu (18/1/2026) belum lama ini.

Sejatinya, Brahim Diaz memiliki peluang untuk menghindarkan Maroko dari kekalahan. Mendekati menit-menit akhir babak kedua, gelandang Real Madrid itu mengambil alih tugas sebagai algojo penalti.

Baca Juga:Prediksi Liga Italia: Cremonese Siap Bidik Kemenangkan, Verona Ingin Akhiri Tren BurukPersis Solo Resmi Boyong Dua Pemain Asing Serbia, Lini Belakang Kini Lebih Kuat

Sialnya, sepakan panenka dari Diaz malah gagal mengoyak gawang Senegal. Duel selama 90 menit berakhir seri sehingga pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Masuk pada menit ke-94, Pape Gueye mencetak gol yang menghancurkan harapan Maroko untuk juara di negara sendiri.

Diaz lantas merasa sangat sedih dan terpukul. Pada acara penyerahan penghargaan pasca-laga, sang pemain menerima trofi Sepatu Emas sambil menitikkan air mata.

Presiden FIFA, Gianni Infantino, sempat menenangkan Diaz. Tetapi, usaha itu tetap tak bisa menyembuhkan luka hatinya.

Diaz menyelesaikan Piala Afrika 2025 dengan koleksi lima gol. Selama penyisihan grup, pria kelahiran Spanyol itu tak pernah absen mencetak skor.

Diaz mencetak masing-masing satu gol ke gawang Comoros, Mali, serta Zambia. Ketajaman Diaz diteruskan ke fase gugur.

Dalam babak 16 besar, dia mencetak gol tunggal untuk membantu Maroko menaklukkan Tanzania 1-0.

Baca Juga:Persijap Jepara Boyong Eks Pemain Liga India, Mantan Athletic Bilbao Rela Turun ke ChampionshipJohn Herdman Ogah Panik Walau Timnas Tanpa Diaspora Hadapi ASEAN Championship 2026

Berlanjut pada perempat final, Diaz satu kali mengoyak gawang Kamerun. Tren gol Diaz terhenti saat berduel dengan Nigeria dalam semifinal.

Kemudian di fase final, pria berpostur 170 sentimeter juga tak mencetak skor. Pelatih Maroko, Walid Regragui, enggan menyalahkan Diaz dalam kegagalan mengeksekusi penalti melawan Senegal.

“Dia punya banyak waktu sebelum mengambil penalti. Itu pasti membuatnya gelisah. Tapi kami tidak bisa mengubah apa yang sudah terjadi,” kata Walid Regragui.

“Itulah cara dia memilih untuk mengeksekusi penalti. Sekarang kata harus menatap ke depan,” lanjut dia.

Setelah gagal menyabet juara bersama Maroko, Diaz harus segera pulang ke Eropa untuk memperkukuh Real Madrid.

Tenaga Diaz sangat diperlukan oleh Madrid untuk mengambil alih posisi puncak klasemen Liga Spanyol 2025-2026 dari tangan Barcelona.

0 Komentar