RADARCIREBON.TV – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, resmi mengundurkan diri dari Daihatsu Indonesia Masters 2026. Keputusan tersebut diumumkan pada 19 Januari 2026, sehari sebelum turnamen level BWF World Tour Super 500 itu digelar di Istora Senayan, Jakarta. Absennya Jonatan menjadi perhatian besar, mengingat turnamen ini berlangsung di kandang sendiri dan selalu dinantikan publik bulu tangkis Tanah Air.
Jonatan, yang akrab disapa Jojo, menjelaskan bahwa keputusannya mundur diambil setelah mempertimbangkan kondisi kebugaran fisik dan mental. Dalam beberapa pekan terakhir, ia menjalani jadwal kompetisi yang sangat padat, termasuk tampil di Malaysia Open 2026 dan India Open 2026. Dua turnamen besar tersebut menguras energi dan menuntut kondisi fisik prima.
Salah satu alasan utama pengunduran diri ini adalah kebutuhan akan pemulihan fisik secara menyeluruh. Jonatan merasa tubuhnya perlu waktu untuk beristirahat setelah diporsir secara intens. Ia menegaskan pentingnya mendengarkan sinyal dari tubuh, terutama di awal musim yang masih panjang dan penuh agenda penting.
Baca Juga:Profil Vukasin Vranes, Kiper Serbia yang Siap Jadi Tembok Baru Persis Solo di BRI Super LeagueMengenal Dusan Mijic: Bek Tengah Serbia yang Siap Mengokohkan Pertahanan Persis Solo
Selain itu, Jojo juga ingin menghindari risiko cedera. Ia belajar dari pengalaman musim lalu, ketika tampil dalam tiga turnamen beruntun justru berdampak kurang baik terhadap performa dan kondisi fisiknya. Menurutnya, memaksakan diri untuk terus bertanding tanpa jeda istirahat justru berpotensi merugikan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, ia memilih langkah preventif dengan menarik diri dari Indonesia Masters 2026.
Faktor kesehatan mental juga menjadi pertimbangan penting. Jonatan menilai bahwa menjaga keseimbangan antara fisik dan mental sangat krusial agar dapat tampil konsisten sepanjang musim 2026. Dengan mengambil waktu untuk pemulihan, ia berharap bisa kembali ke lapangan dengan kondisi yang lebih siap dan performa yang maksimal di turnamen-turnamen berikutnya.
Dampak dari mundurnya Jonatan Christie membuat komposisi sektor tunggal putra Indonesia sedikit berubah. Slot yang ditinggalkannya di babak utama akan diisi oleh pemain muda Indonesia, membuka peluang bagi generasi berikutnya untuk merasakan atmosfer turnamen besar. Sementara itu, wakil Indonesia lainnya di sektor tunggal putra tetap melanjutkan perjuangan, baik melalui babak kualifikasi maupun langsung tampil di babak utama, termasuk nama seperti Alwi Farhan.
