RADARCIREBON.TV- Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan kembali menghadirkan instrumen investasi unggulan bagi masyarakat.
Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI029 akan segera ditawarkan sebagai produk Surat Berharga Negara (SBN) Ritel pertama pada tahun 2026.
ORI029 dirancang sebagai pilihan investasi aman bagi investor ritel yang menginginkan imbal hasil tetap dengan risiko rendah.
Baca Juga:Juventus Pesta Gol, Emil Audero Kebobolan Lima Kali, Cremonese Alami Kekalahan Terbesar di Serie AJangan Lewatkan! Ini Jadwal Lengkap Pertandingan Persib Bandung Putaran Kedua BRI Super League 2025/26
Seperti seri ORI sebelumnya, instrumen ini dijamin 100 persen oleh negara dan kuponnya dibayarkan secara berkala hingga jatuh tempo.
Kapan Jadwal ORI029 Terbit?
Berdasarkan jadwal resmi, masa penawaran ORI029 akan berlangsung mulai 26 Januari hingga 19 Februari 2026.
Produk ini dapat dibeli oleh Warga Negara Indonesia melalui mitra distribusi yang telah ditunjuk pemerintah, baik perbankan maupun platform investasi digital.
Melansir dari laman Bareksa, salah satu daya tarik utama ORI029 terletak pada prediksi kupon yang kompetitif.
Tawarkan Imbal Hasil Menarik
Tim Analis Bareksa memperkirakan bahwa ORI029 akan menawarkan imbal hasil menarik dengan spread di atas suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate).
Diketahui bahwa suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) saat ini berada di level 4,75 persen per 19 Januari 2026.
Untuk tenor 3 tahun, seri ORI029T3 diprediksi memberikan kupon di kisaran 5,3 hingga 5,5 persen per tahun.
Baca Juga:Era Baru John Herdman Dimulai, PSSI Beri Bocoran Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Penjelasan Lengkap Tanggal, Makna, dan Keutamaannya
Spread kupon ini berada sekitar 0,55 hingga 0,75 persen di atas BI Rate. Sementara itu, ORI029T6 dengan tenor 6 tahun diperkirakan menawarkan kupon lebih tinggi.
Kupon di kisaran 5,9 hingga 6,1 persen per tahun, atau spread sekitar 1,15 hingga 1,35 persen di atas BI Rate.
Perbedaan spread tersebut mencerminkan kompensasi bagi investor yang bersedia menempatkan dana dalam jangka waktu lebih panjang.
Semakin lama tenor obligasi, semakin besar pula potensi imbal hasil yang ditawarkan. Keunggulan lain dari ORI029 adalah pajak kupon yang relatif rendah.
Pajak Kupon ORI 029 Hanya 10 Persen
Kupon ORI hanya dikenakan pajak sebesar 10 persen, jauh lebih rendah dibandingkan pajak bunga deposito.
Dengan asumsi kupon ORI029T3 sebesar 5,3–5,5 persen, investor berpotensi memperoleh imbal hasil bersih sekitar 4,77–4,95 persen per tahun.
