Studi Ungkap Populasi Nyamuk Terpengaruh Perubahan Iklim, Kenali Jenis-Jenis Nyamuk Pemicu Penyakit

apakah nyamuk terpengaruh perubahan iklim
Studi mengungkapkan bahwa nyamuk terpengaruh perubahan iklim. Foto: Ilustrasi/canva
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Nyamuk kerap dianggap sebagai gangguan musiman yang datang dan pergi begitu saja.

Namun, di balik ukurannya yang kecil, nyamuk menyimpan ancaman kesehatan global yang terus berevolusi.

Dengan lebih dari 3.500 spesies di dunia, setiap jenis nyamuk memiliki karakter biologis dan zona suhu ideal yang berbeda.

Baca Juga:Juventus Pesta Gol, Emil Audero Kebobolan Lima Kali, Cremonese Alami Kekalahan Terbesar di Serie AJangan Lewatkan! Ini Jadwal Lengkap Pertandingan Persib Bandung Putaran Kedua BRI Super League 2025/26

Ketika perubahan iklim semakin nyata, muncul pertanyaan besar: apakah semua nyamuk merespons pemanasan global dengan cara yang sama?

Sejumlah studi terbaru menunjukkan jawabannya jauh lebih kompleks dari dugaan awal.

Laporan dari Lancet Countdown 2024 dan riset dari Los Alamos National Laboratory mengungkap bahwa perubahan iklim tidak hanya meningkatkan populasi nyamuk, tetapi juga menggeser distribusi penyakit yang ditularkan melalui gigitannya secara drastis.

Populasi Nyamuk Meningkat

Pemanasan global sering dikaitkan dengan lonjakan jumlah nyamuk. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.

Nyamuk memiliki batas biologis yang disebut thermal limit atau ambang suhu maksimum. Jika suhu lingkungan secara konsisten melampaui 35–40 derajat Celsius, tingkat kematian nyamuk dewasa meningkat tajam dan kemampuan bertelur menurun.

Akibatnya, beberapa wilayah tropis yang sudah sangat panas justru berpotensi mengalami penurunan populasi nyamuk tertentu.

Namun, kondisi ini bukan berarti ancaman berkurang. Nyamuk cenderung bermigrasi ke wilayah sekitar yang suhunya kini menjadi lebih “ideal”, menciptakan risiko baru di daerah yang sebelumnya relatif aman.

Baca Juga:Era Baru John Herdman Dimulai, PSSI Beri Bocoran Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026Kapan Malam Nisfu Syaban 2026? Ini Penjelasan Lengkap Tanggal, Makna, dan Keutamaannya

Nyamuk Anopheles Mulai Mendaki Pegunungan

Nyamuk Anopheles, vektor utama malaria, menjadi salah satu contoh paling mencolok dari dampak perubahan iklim.

Studi University of Florida tahun 2024 menemukan bahwa nyamuk ini mulai bergerak ke dataran tinggi dan wilayah pegunungan untuk mencari suhu yang sesuai dengan siklus hidupnya.

Lebih mengkhawatirkan lagi, para peneliti menemukan tanda plastisitas fenotipik, yaitu kemampuan nyamuk beradaptasi secara biologis terhadap suhu ekstrem.

Populasi yang sering terpapar gelombang panas mulai menunjukkan ketahanan genetik lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya. Temuan ini menjadi peringatan serius bagi dunia kesehatan global.

Culex dan Aedes Ikut Berevolusi

Sementara itu, nyamuk Culex, pembawa virus West Nile dan Japanese Encephalitis, justru semakin mengancam wilayah beriklim sedang.

0 Komentar