RADARCIREBON.TV – Timnas Indonesia dipastikan akan mendapat ujian serius pada FIFA Series 2026 yang digelar di Tanah Air pada Maret mendatang. Salah satu lawan yang paling menyita perhatian adalah Timnas Bulgaria, wakil Eropa yang sarat sejarah dan pengalaman internasional.
Ajang FIFA Series Maret 2026 di Indonesia diikuti empat tim, masing-masing memainkan dua pertandingan. Selain Bulgaria, Skuad Garuda juga akan berhadapan dengan Saint Kitts and Nevis serta Kepulauan Solomon. Turnamen ini menjadi bagian dari FIFA Series global yang melibatkan total 48 tim nasional, terbagi ke dalam 12 grup, dan digelar serentak pada jendela internasional Maret-April.
Dengan waktu kurang dari dua bulan menuju kick-off, berikut empat fakta penting tentang Bulgaria yang wajib diketahui publik sepak bola Indonesia.
Baca Juga:Indonesia Ikut FIFA Series 2026! Bukan Sekadar Uji Coba, Ini Deretan Keuntungan Besar untuk Timnas GarudaDihantam 3 Gaya Sepak Bola Dunia! Erick Thohir Sebut FIFA Series 2026 Jadi Tes Nyali Timnas Indonesia
1. Comeback Emosional Alexander DimitrovSorotan utama Bulgaria bukan hanya kekuatan timnya, tetapi juga sosok sang pelatih, Alexander Dimitrov. Nama ini punya sejarah panjang dengan sepak bola Indonesia. Dimitrov pernah membela Persipura Jayapura pada 2003-2005, lalu menjadi asisten pelatih Persipura pada 2006-2007 di era Ivan Kolev.
Tak berhenti di situ, Dimitrov juga sempat menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia, termasuk saat Piala Asia 2007. Kini, pelatih berusia 49 tahun itu kembali ke Indonesia dengan peran berbeda: memimpin langsung Timnas Bulgaria sebagai pelatih kepala berlisensi UEFA Pro. Laga di FIFA Series 2026 jelas menjadi momen emosional sekaligus ambisius baginya.
2. Negara dengan DNA Kejutan di Piala DuniaBulgaria dikenal sebagai salah satu negara Eropa Timur yang pernah mengejutkan dunia. Prestasi terbaik mereka adalah finis di peringkat keempat Piala Dunia 1994. Namun setelah itu, Bulgaria mengalami penurunan dan absen dalam tujuh edisi Piala Dunia terakhir.
Di level Eropa, Bulgaria hanya tampil di Euro 1996 dan 2004. Meski prestasinya meredup, sejarah besar tersebut tetap menjadi bukti bahwa The Lions bukan tim sembarangan.
3. Skuad Solid, Minim Nama Besar tapi BerbahayaEra Hristo Stoichkov dan Dimitar Berbatov memang telah berlalu. Namun, Bulgaria saat ini memiliki skuad yang solid dan kolektif. Mayoritas pemainnya merumput di klub-klub kuat domestik seperti Ludogorets Razgrad, Levski Sofia, dan CSKA 1948.
