Yayasan Mansyur Al Makki atau Yamaki menggelar haul satu tahun wafatnya Abah Mansyur bin Carnali yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan digelar di lingkungan Sekolah Ibnu Khaldun, Desa Panambangan, Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon, Selasa, 20 Januari 2026. Acara ini diikuti jamaah dari berbagai kalangan.
Sejak pagi hari, halaman Sekolah Ibnu Khaldun telah dipadati jamaah. Tenda besar membentang menutup lapangan sekolah. Di barisan depan terlihat para sesepuh, tokoh masyarakat, dan pengurus yayasan.
Di bagian tengah, ibu-ibu berkerudung aneka warna memenuhi barisan kursi. Sementara di bagian belakang, ratusan siswa berseragam putih duduk berdesakan bahkan berdiri di sekitar gedung sekolah. Wajah-wajah muda itu menyimak rangkaian acara dengan tertib. Sesekali lantunan shalawat menggema menciptakan suasana khidmat.
Baca Juga:Truk Pengangkut Kertas Terbalik – VideoRuas Jalan Sindanglaut Paburan Di Desa Sigong Mulai Diperbaiki – Video
Acara diawali dengan tampilan hadrah para santri. Tabuhan rebana terdengar kompak dari atas panggung. Para santri duduk bersila menghadap jamaah. Sebagian tersenyum lepas, sebagian lagi tampak tegang menunggu giliran tampil.
Ketua Yayasan Mansyur Al Makki, H. Taufik Ridwan, menyampaikan bahwa haul ini merupakan peringatan satu tahun wafatnya pendiri yayasan, sekaligus momen untuk mengingat dan melanjutkan nilai-nilai kehidupan yang telah diwariskan.
Ia menegaskan pesan utama Abah Mansyur adalah menjadi manusia yang bermanfaat. Menurutnya, kesalehan tidak cukup hanya untuk diri sendiri, namun harus memberi dampak sosial bagi lingkungan sekitar. Nilai inilah yang terus ditanamkan kepada seluruh peserta didik di bawah naungan Yamaki.
Rangkaian haul juga diisi tahlilan, doa bersama, dan pembagian sembako atau berkat kepada jamaah. Selain itu, berbagai penampilan kreativitas siswa ditampilkan dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Hal ini menjadi gambaran perjalanan dan perkembangan pendidikan di lingkungan yayasan.
Taufik Ridwan menyebut haul Abah Mansyur akan menjadi agenda rutin setiap tahun. Ke depan, skala kegiatan akan diperbesar dengan melibatkan masyarakat secara lebih luas. Harapannya, haul ini tidak hanya menjadi acara seremonial, namun memberi dampak sosial dan keagamaan.
Puncak acara diisi tausiyah oleh KH. Jafar Shodiq. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan jamaah agar tidak terlalu larut dalam kesibukan dunia. Menurutnya, haul menjadi sarana untuk mengingat kematian sekaligus memperkuat doa untuk mereka yang telah wafat.