RADARCIREBON.TV – Ajang ASEAN Para Games (APG) 2026 di Thailand baru saja dimulai, namun aroma kemenangan sudah tercium tajam bagi kontingen Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan antar atlet difabel se-Asia Tenggara, cabang olahraga para balap sepeda muncul sebagai pahlawan pembuka jalan. Tak tanggung-tanggung, dua medali emas langsung diamankan oleh para pejuang pedal Merah Putih dalam hari pertama kompetisi di lintasan Suranaree University of Technology, Bangkok.
Kemenangan emosional ini diawali oleh penampilan luar biasa Nurfendi. Bertanding di nomor Men’s Time Trial B klasifikasi MB2, Nurfendi menunjukkan determinasi tinggi meski harus beradu kecepatan di bawah sengatan cuaca panas Bangkok yang cukup ekstrem. Dengan catatan waktu 41 menit 59,763 detik, ia berhasil mempecundangi atlet tuan rumah, Yokphanitchakit Surachai, yang harus puas di posisi kedua. Sang pelatih, Erik Suprianto, mengaku terharu karena hasil ini sebenarnya melampaui target awal tim.
Namun, kejutan tidak berhenti di situ. Tak lama berselang, “Srikandi” Indonesia, Vanza Mifthahul Jannah, menyempurnakan prestasi tersebut. Turun di nomor Women’s Time Trial B klasifikasi WB2, Vanza tampil sangat impresif. Ia mengayuh sepedanya dengan energi yang seolah tak habis, hingga akhirnya menyentuh garis finis dengan catatan waktu 34 menit 55,616 detik. Vanza sukses mengungguli wakil Malaysia, Nur Azlia Syafinah, sekaligus memastikan Indonesia mengawinkan gelar juara di nomor yang sama untuk kategori putra dan putri.
Baca Juga:Bangkit dari Zona Merah! Persis Datangkan 3 Pemain dari Serbia untuk Perkuat AmunisiBongkar Skuad! Intip Update Bursa Transfer Paruh Musim Super League 2025-2026
Pencapaian ini bukan sekadar soal medali, melainkan suntikan moral yang luar biasa bagi seluruh atlet NPC (National Paralympic Committee) Indonesia lainnya. Di tengah teriknya cuaca Thailand, semangat juang Nurfendi dan Vanza membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara.
Raihan dua emas perdana ini menjadi modal awal yang sangat positif bagi Indonesia untuk mengejar target ambisius minimal 82 medali emas yang telah ditetapkan oleh Kemenpora. Dengan performa menjanjikan dari lintasan balap sepeda, optimisme kontingen Indonesia kini semakin membara untuk kembali mempertahankan gelar juara umum di tanah Gajah Putih. Mari kita tunggu aksi-aksi heroik selanjutnya dari para pahlawan olahraga kita!
