Pengalaman inilah yang relevan dengan format Indonesian Idol, yang tidak hanya mencari suara bagus, tetapi juga calon bintang.
4. Diakui Lewat Penghargaan Bergengsi
Kemampuan analisis Soleh juga mendapat pengakuan resmi. Ia pernah meraih Anugerah Adiwarta Sampoerna 2006 untuk kategori Seni dan Budaya berkat tulisan-tulisannya.
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pandangan Soleh bukan sekadar opini kosong, melainkan analisis berbobot.
Baca Juga:Cara Penukaran Uang Baru 2026 Lewat PINTAR BI, Cek Jadwal & Ketentuan untuk THR LebaranArsenal & Bayern Munchen Kunci Tiket Lolos 16 Besar Liga Champions 2025/26, 4 Tim Resmi Tersingkir
5. Jujur, Analitis, dan Tidak Basa-basi
Salah satu kekuatan utama Soleh Solihun adalah kejujuran dan sudut pandang analitisnya. Ia kerap menyampaikan kritik secara lugas dan langsung ke inti permasalahan. Dalam konteks Indonesian Idol, karakter ini justru menjadi nilai tambah.
Alih-alih sekadar memberi pujian normatif, Soleh berpotensi menghadirkan kritik yang membangun dan relevan dengan realitas industri musik.
Kehadirannya melengkapi sudut pandang teknis para juri penyanyi dengan perspektif industri, media, dan audiens.
Dengan rekam jejak tersebut, Soleh Solihun bukan hanya layak, tetapi juga relevan duduk di kursi juri Indonesian Idol Musim 14—bukan sebagai musisi, melainkan sebagai pengamat musik dan industri hiburan yang matang.
