Kegiatan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah. Anggota DPRD Kabupaten Cirebon soroti data desil dan sampah di Pra-Musrenbang.
Kegiatan Pra-Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, menjadi ruang strategis dalam merumuskan arah pembangunan daerah, mulai dari sektor infrastruktur, ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga program-program skala prioritas lainnya.
Pra-Musrenbang ini merupakan tahapan lanjutan dari Musrenbang Desa, yang bertujuan menampung dan menyelaraskan aspirasi masyarakat sebelum dibahas pada Musrenbang Kecamatan, untuk kemudian dilaporkan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon hingga ke tingkat pusat.
Baca Juga:Dishub Sidak Pengusaha Galian C Nakal Yang Abaikan Keselamatan – VideoWarga Mundu Pesisir Makin Sengsara Karena BPJS PBI Non Aktif – Video
Dalam forum, sejumlah perwakilan desa secara terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang terjadi di lapangan, khususnya terkait penetapan data desil yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil di masyarakat, karena banyak warga yang dinilai layak menerima bantuan justru tidak terakomodasi akibat data yang dianggap tidak akurat.
Menanggapi hal tersebut, anggota DPRD Kabupaten Cirebon, Raden Cakra Suseno, memberikan catatan kritis terkait persoalan desil yang mencuat di Kecamatan Astanajapura. Menurutnya, data desil tidak boleh semata-mata berpijak pada statistik administratif, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi faktual masyarakat.
Dengan pelibatan seluruh unsur pemerintah desa, mulai dari tingkat RT, RW, hingga perangkat desa dalam proses pendataan agar hasilnya benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat.
Selain persoalan desil, isu sampah juga menjadi sorotan serius dalam Pra-Musrenbang, bahwa persoalan sampah hingga kini masih menjadi kendala.
Ia menegaskan bahwa penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan imbauan, melainkan membutuhkan ketegasan dalam penegakan peraturan.
Pra-Musrenbang Kecamatan Astanajapura menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tidak hanya soal program fisik, tetapi juga menyangkut keadilan data sosial serta komitmen bersama dalam menjaga lingkungan.