RADARCIREBON.TV – Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, mengaku geram dan kecewa berat setelah sebuah “gol haram” disahkan dalam pertandingan Championship 2025/2026 antara Garudayaksa kontra Bekasi City.
Keputusan itu menjadi sorotan tajam lantaran dinilai jelas melanggar regulasi serta mencederai prinsip keadilan dalam pertandingan.
Klub Championship Garudayaksa dinilai mencetak ‘gol haram’ pada laga kontra Bekasi City di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, pada 10 Januari 2026. Tim mencetak gol dari proses yang dinilai tidak fair play.
Baca Juga:Hasil Liga Champions: Arsenal Perkasa di Puncak, Manchester City Tumbang, dan PSG Gigit JariLisbon jadi Neraka bagi Paris Saint-Germain (PSG), Sporting CP Petik Kemenangan Penting
Gol dari Garudayaksa itu langsung memicu sorotan tajam publik. Hal ini dikarenakan, gol tersebut tercipta dari situasi sepak pojok yang dinilai melanggar aturan.
Dalam tayangan ulang terlihat jelas Feby Eka Putra sebagai eksekutor tendangan sudut menempatkan bola jauh di luar garis busur sudut, yang seharusnya menjadi batas dalam melakukan sepak pojok.
Walau pada turnamen Championship itu tersedia Video Assistant Referee (VAR), tetapi wasit malah tidak melakukan proses review. Pihak Bekasi City juga merasa kecewa berat lantaran dengan disahkannya gol tersebut.
“Sejauh ini, ya, kami menyadari bahwa ada beberapa kesalahan yang berdampak pada hasil pertandingan. Untuk itu kami sungguh meminta maaf kepada klub-klub,” kata Yoshimi Ogawa.
“Ada hal penting yang harus kami lakukan, yaitu meminimalkan perbedaan pemahaman dan interpretasi di antara para wasit. Itulah alasan mengapa edukasi ini harus terus berlanjut,” lanjut dia.
“Secara 100 persen kami tidak puas dengan kondisi saat ini. Namun tidak cukup hanya mengatakan ‘tidak puas’, kami harus terus melanjutkan edukasi,” jelas Yoshimi Ogawa.
Yoshimi Ogawa yang didatangkan untuk membenahi kualitas wasit lokal pun mengakui bahwa pekerjaannya bukan tugas yang mudah. Sistem perwasitan di Indonesia dinilainya masih banyak sekali kekurangan yang harus segera dibenahi.
Baca Juga:Jadwal Super League Pekan ke-18: PSIM Yogyakarta Tantang Persebaya SurabayaEfek Transfer Marc Guehi ke Manchester City: Akademi Chelsea Raup Rp 22,8 T
Salah satu upaya yang diambil Komite Wasit pun mengistirahatkan beberapa personelnya yang melakukan kesalahan fatal.
Yoshimi Ogawa mengimbau masa istirahat wasit bukanlah hukuman, tetapi kesempatan emas untuk refleksi diri.
“Saya menghargai penggunaan kata diistirahatkan. Tanggung jawab kami adalah melakukan edukasi kepada wasit,” papar Yoshimi Ogawa.
