Menurut Diky, kehadiran pemain diaspora memiliki keuntungan tersendiri. Selain kualitasnya yang dinilai setara dengan pemain asing, status mereka sebagai pemain lokal membuat klub tidak terbebani kuota legiun impor.
“Banyaklah kebutuhannya. Tapi yang jelas, saya sih berharapnya ada pemain diaspora. Kenapa? Biar kita bisa untung secara kualitas dia setara dengan pemain asing. Tapi grade-nya lokal,” imbuhnya.
Tak hanya membahas isu transfer, Diky juga menyinggung konsistensi Persija dalam mencetak pemain muda untuk Timnas Indonesia. Ia menyebut Aditya Warman sebagai salah satu talenta yang layak mendapat perhatian lebih musim ini.
Baca Juga:Masa Depan Vinicius Junior di Real Madrid Belum Jelas, Isu Ketertarikan Chelsea MenguatMarc Klok Tegaskan Laga Persib Vs Persija Sarat Gengsi, Lebih dari Sekadar Poin di BRI Super League
“Aditya Warman itu matang. Umur segitu sudah matang dan memang bagus mata yang melihat dia dan dibawa ke Persija akademi saat itu Elite Pro Academy (EPA). Salut sama Adit, jangan terlalu puas. Dia masih berkembang dan nasibnya bisa panjang di Persija,” pungkas Diky.
Dengan berbagai dinamika tersebut, publik kini menanti langkah konkret manajemen Persija, apakah benar akan memboyong pemain diaspora seperti Ivar Jenner atau fokus memaksimalkan potensi talenta muda yang sudah ada.
