Harga Bahan Pokok Di Kab. Cirebon Relatif Stabil – Video

Harga Bahan Pokok Di Kab. Cirebon Relatif Stabil
0 Komentar

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Cirebon mencatat harga bahan pokok hingga awal Januari dua ribu dua puluh enam dalam kondisi relatif stabil. Meski terdapat kenaikan dan penurunan pada sejumlah komoditas, perubahan tersebut dinilai masih dalam batas aman dan tidak menyebabkan inflasi.

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menyebut perubahan harga bahan pokok dan bumbu dapur dipengaruhi oleh permintaan pasar serta faktor cuaca.

Salah satu komoditas yang sempat mengalami kenaikan adalah telur ayam. Pada akhir Desember lalu, harga telur tercatat di kisaran dua puluh sembilan hingga tiga puluh ribu rupiah per kilogram. Kondisi ini bertahan hingga awal Januari.

Baca Juga:Optimis Calonkan Diri Jadi Ketua MPC Pemuda Pancasila Kab. Cirebon – VideoKasus Sosial Rentan di Kab. Cirebon Meningkat – Video

Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga telur kembali normal. Saat ini, telur ayam di pasar tradisional Kabupaten Cirebon berkisar di angka dua puluh lima hingga dua puluh tujuh ribu rupiah per kilogram.

Sementara itu, sejumlah bumbu dapur justru mengalami penurunan cukup signifikan. Harga cabai dan bawang tercatat turun hampir dua puluh persen.

Jika pada bulan Desember lalu harga cabai dan bawang berada di kisaran tiga puluh delapan hingga empat puluh ribu rupiah per kilogram, saat ini harganya turun menjadi sekitar tiga puluh dua ribu rupiah per kilogram.

Analis Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Cirebon, Eli Herlina, menegaskan fluktuasi harga bahan pokok merupakan hal yang wajar. Namun secara umum, kondisi pasar masih terkendali dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan terus melakukan upaya pengendalian harga. Salah satunya melalui program Gerakan Pangan Murah yang digelar secara berkala.

Intervensi harga juga dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.

0 Komentar