Aksi Donald Trump Bikin Resah, Ramai Wacana Boikot Piala Dunia 2026 di AS!

Terus Ramai Wacana Boikot Piala Dunia 2026 di AS!
Dok. Ilustrasi GPT AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Dunia sepak bola internasional kini tidak hanya dipanaskan oleh persaingan di atas lapangan hijau, tetapi juga oleh tensi geopolitik yang kian mendidih. Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, kabar kurang sedap berembus dari arah Amerika Serikat. Isu mengenai boikot turnamen empat tahunan ini menjadi topik hangat yang diperbincangkan publik global, menyusul serangkaian kebijakan kontroversial dari Presiden AS, Donald Trump.

Pemicu utama yang membuat suhu politik memanas adalah ambisi Trump untuk “mencaplok” atau mengakuisisi Greenland dari Denmark. Langkah ini tidak hanya dianggap sebagai bentuk arogansi politik, tetapi juga memicu kemarahan negara-negara di Uni Eropa. Ketegangan semakin meruncing ketika Trump mengeluarkan ancaman tarif dagang yang tinggi bagi negara-negara yang berani menentang niatnya tersebut. Meskipun ancaman tarif tersebut sempat dibatalkan, luka diplomatik yang ditinggalkan terlanjur mendalam dan memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan pegiat olahraga.

Salah satu suara paling vokal datang dari Jerman. Oke Gottlich, yang menjabat sebagai wakil federasi sepak bola Jerman (DFB) sekaligus Presiden klub St. Pauli, secara terbuka mulai mempertanyakan integritas penyelenggaraan Piala Dunia di bawah bayang-bayang ambisi politik Amerika. Menurut Gottlich, tindakan Amerika Serikat yang sudah terlalu jauh mencampuri urusan negara lain seperti dalam kasus penangkapan Presiden Venezuela, Maduro, demi menguasai sumber daya minyak sudah melampaui batas kewajaran.

Baca Juga:Jangan Sampai Ketinggalan!! Link Live Streaming Arsenal vs Manchester United di Vidio, 25 Januari 2026Big Match Arsenal Vs MU di Emirates! Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 24-27 Januari 2026

Ia mengingatkan sejarah pada tahun 1980, di mana Amerika Serikat pernah memimpin aksi boikot Olimpiade Moskow sebagai bentuk protes atas invasi Rusia ke Afghanistan. Gottlich menilai bahwa ancaman geopolitik yang ditimbulkan oleh kebijakan Trump saat ini justru jauh lebih besar dan nyata dibandingkan situasi di masa lalu. “Saya bertanya-tanya, kapan waktu yang tepat untuk membicarakan aksi boikot ini secara konkret? Saya yakin waktunya akan tiba,” tegasnya.

Piala Dunia 2026 sendiri direncanakan akan menggelar 104 pertandingan, di mana mayoritas laga sebanyak 78 pertandingan akan dilangsungkan di Amerika Serikat. Besarnya porsi AS sebagai tuan rumah inilah yang kini menjadi kekhawatiran banyak pihak. Para kritikus berpendapat bahwa semangat olahraga yang seharusnya menjunjung tinggi persaudaraan dan netralitas politik, kini terancam tercoreng oleh kepentingan sepihak negara adidaya tersebut.

0 Komentar