RADARCIREBON.TV – Pertarungan sengit Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada pekan ke-17 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026), sudah berakhir dengan hasil Persija Jakarta takluk dengan skor 0-1 atas Persib Bandung melalui gol Beckham Putra.
Ketika laga berlangsung, beberapa pemain Persija Jakarta dengan sangat mudah terpancing emosi dari pembawaan skuad Persib Bandung.
Tentu akhirnya sangat merugikan Persija Jakarta. Salah satunya kartu merah yang diperoleh oleh Bruno Tubarao pada menit ke-54.
Baca Juga:Persib Bandung Mulai Latihan, Dua Pemain Berstatus Timnas Indonesia Masih AbsenBlak-blakan, Bojan Hodak Jelaskan Posisi dan Peran Dion Markx di Persib Bandung
Bruno Tubarao terpancing emosi dan menyebabkan memberikan pelanggaran keras kepada Beckham Putra. Bruno Tubarao pun dihukum absen tiga pertandingan oleh Komdis PSSI.
Selain itu, Allano Lima yang juga tidak bisa mengendalikan emosinya saat menghadapi Maung Bandung.
Sebelum menghadapi Persib Bandung, beberapa pemain Persija juga pernah diacungi kartu merah seperti Fabio Calonego.
Selain itu, Ryo Matsumura yang memberikan gestur negatif kepada wasit setelah menghadapi Semen Padang.
Kini, Van Basty Sousa yang kedapatan mengacungkan jari tengah kepada suporter Persib Bandung.
Banyaknya perilaku negatif itu dari para pemain sangat disesalkan oleh manajemen Persija Jakarta
Manajer Persija, Ardhi Tjahjoko, mengaku para pemain Persija sulit mengontrol emosi di lapangan.
Baca Juga:Gagal Bersinar di Persib Bandung, Pemain Ini Justru Menemukan Karier Baru di Liga Amatir ItaliaThailand Masters 2026: Faathir/Devin Tersingkir Dramatis, Tunggal Putri Indonesia Lolos ke Babak Utama
Kondisi itu kemungkinan besar merugikan tim dalam kompetisi ketat menuju papan atas klasemen Super League 2025/2026.
“Kalau evaluasi teknis tentu pelatih yang lebih tahu. Tapi menurut saya tidak ada evaluasi besar atau signifikan. Yang perlu ditingkatkan adalah kekompakan dan konsentrasi, terutama soal emosional pemain,” kata Ardhi.
“Itu yang sudah saya tekankan agar benar-benar diredam,” lanjut dia.
Ardhi mengatakan, emosi yang tidak terkendali dapat berpengaruh langsung terhadap performa Persija Jakarta.
Ardhi memberikan contoh resiko kartu kuning berlebihan sampai kartu merah yang berujung pada kekurangan jumlah pemain di lapangan.
“Kalau emosional tidak terkontrol, bisa sangat merugikan tim. Misalnya sampai terkena kartu merah, akhirnya tim harus bermain dengan jumlah pemain yang kurang,” jelas Ardhi.
Situasi itu menjadi perhatian serius manajemen Persija, karena setiap poin di putaran kedua Super League 2025/2026 sangat menentukan bagi perjuangan perburuan gelar juara.
