Menggemparkan! Setelah Pencabutan Hukuman FIFA oleh CAS, Bek Naturalisasi Malaysia Bergabung Klub LaLiga

Timnas Malaysia
Foto: Bek naturalisasi Timnas Malaysia, Facundo Garces
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Bek naturalisasi Timnas Malaysia, Facundo Garces, telah kembali ke Deportivo Alaves di La Liga untuk musim 2025/2026 setelah hukuman yang diberikan oleh FIFA dicabut oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga atau CAS.

Sebelumnya, Garces menerima sanksi larangan bermain selama satu tahun dan denda sebesar 350 ribu franc Swiss, yang setara dengan Rp 7,3 miliar, dari FIFA karena terlibat dalam proses naturalisasi ilegal yang dilakukan oleh Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM).

“Deportivo Alaves mengumumkan bahwa Pengadilan Arbitrase Olahraga telah menyetujui permohonan penangguhan sementara yang diajukan oleh Facundo Garces dalam rangka proses banding,” tulisnya.

Baca Juga:Bikin Geger! Inilah Potret Livery Red Bull KTM Factory Racing dan Red Bull KTM Tech 3 di MotoGP 2026Kondisi Marc Marquez terbaru saat Menuju Tes Pramusim MotoGP Malaysia 2026!

“Terkait dengan sanksi yang diberikan oleh Komisi Disiplin FIFA pada 25 September 2025 dan dikukuhkan oleh Komisi Banding FIFA pada 3 November 2025,” tambahnya.

Persatuan Sepak Bola Malaysia (FAM) menyatakan bahwa Mahkamah Arbitrase Olahraga (Court of Arbitration for Sport/CAS) telah menerima permohonan Penangguhan Pelaksanaan (Stay of Execution) yang diajukan oleh tujuh pemain nasional, yaitu Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, Joao Figueiredo, Gabriel Palmero, Jon Irazabal, dan Hector Hevel kata FAM.

Keputusan ini berarti bahwa larangan selama 12 bulan dari seluruh aktivitas sepak bola yang diterapkan oleh FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya tersebut ditunda untuk sementara, dan mereka diizinkan untuk melanjutkan karier serta mengikuti semua kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola hingga putusan akhir mengenai banding di CAS ditentukan,” jelas FAM.

Facundo Garces kini telah diperbolehkan untuk bergabung dalam kegiatan di Deportivo Alaves. Bek yang lahir di Santa Fe, Argentina, pada 5 September 1999 itu dikabarkan telah kembali ke latihan.

“Keputusan ini menunjukkan bahwa hukuman larangan selama 12 bulan dari semua aktivitas sepak bola yang dijatuhkan oleh FIFA kepada tujuh pemain Harimau Malaya tersebut ditangguhkan untuk sementara waktu,” lanjut Deportivo Alaves.

0 Komentar