RADARCIREBON.TV- Kabar mengejutkan datang dari jagat sepak bola Malaysia terkait skandal naturalisasi yang didera.
Asosiasi Sepak Bola Malaysia (Football Association of Malaysia/FAM) secara resmi mengumumkan pengunduran diri massal seluruh anggota Komite Eksekutif (Exco) periode 2025–2029.
Keputusan drastis tersebut diumumkan pada Rabu (28/1/2026) dan langsung mengguncang publik sepak bola regional.
Baca Juga:Babak Baru Skandal Naturalisasi Malaysia: CAS Tangguhkan Hukuman FIFA untuk 7 Pemain Hariamu MalayaJadwal Link Stremaing Hari Ini Thailand Masters 2026, Cek Daftar Wakil Indonesia di Babak 32 Besar
Langkah mundur secara sukarela ini diambil sebagai respons atas krisis tata kelola internal yang menyeret nama FAM ke pusaran sanksi FIFA.
Pengunduran diri massal disebut sebagai upaya untuk menjaga reputasi organisasi serta memberikan ruang independen bagi FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dalam menilai kasus yang tengah bergulir.
Masalah bermula dari skandal naturalisasi tujuh pemain yang dinyatakan bersalah oleh Komite Disiplin FIFA.
Ketujuh pemain tersebut terbukti menggunakan dokumen yang tidak sah dalam proses perpindahan asosiasi untuk memperkuat Timnas Malaysia.
Nama-nama yang terlibat adalah Joao Figueiredo, Rodrigo Holgado, Gabriel Palmero, Imanol Machuca, Facundo Garces, Jon Irazabal, dan Hector Hevel.
Akibat pelanggaran serius ini, FIFA menjatuhkan sanksi berat. Selain denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp6,3 miliar kepada FAM.
Ketujuh pemain juga dijatuhi larangan beraktivitas di dunia sepak bola selama 12 bulan. Sanksi tersebut menjadi salah satu hukuman paling tegas yang dijatuhkan FIFA dalam kasus naturalisasi di kawasan Asia.
Baca Juga:Wow! Persib Kontrak Dion Markx 2,5 Tahun, Bek Muda Timnas Indonesia Jadi Kepingan Berharga Maung BandungPersib Kudeta Puncak Klasemen, Sentuhan Magis Bojan Hodak Hasilkan Kemenangan vs PSBS Biak
Tak hanya berdampak secara finansial, Timnas Malaysia juga menerima hukuman kekalahan 0-3 dalam beberapa pertandingan persahabatan internasional.
Namun, ancaman yang lebih besar kini membayangi kiprah Harimau Malaya di ajang resmi, khususnya kualifikasi Piala Asia 2027.
Pasalnya, sejumlah pemain bermasalah tersebut sempat tampil dalam laga kualifikasi, termasuk saat Malaysia meraih kemenangan atas Nepal dan Vietnam.
AFC saat ini masih menunggu hasil akhir proses banding sebelum memutuskan sanksi lanjutan, mulai dari kekalahan 0-3 di laga terkait, pengurangan poin, hingga kemungkinan terburuk berupa diskualifikasi dari turnamen.
Dalam pernyataan resmi di laman FAM, federasi menegaskan bahwa pengunduran diri Eksko bertujuan untuk menjaga integritas organisasi.
“Pengunduran diri ini bertujuan menciptakan ruang bagi FIFA dan AFC untuk menilai permasalahan administratif secara independen,” tulis FAM.
