RADARCIREBON.TV – Harga Emas kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan investor dan masyarakat umum, khususnya di awal 2026. Harga emas global dan domestik terus menunjukkan tren kuat, namun para analis menilai keputusan investasi tergantung pada tujuan dan strategi investor.
Harga emas dunia berhasil mencetak rekor tertinggi baru, dengan harga lebih dari US$5.300 per troy ounce, naik signifikan akibat geopolitical tensions dan melemahnya dolar AS yang mengangkat daya tarik emas sebagai aset safe haven. Di waktu yang sama, perusahaan besar seperti Tether mengumumkan rencana mengalokasikan hingga 10–15% portofolio mereka ke emas fisik karena ketidakpastian ekonomi global. Sementara itu, harga emas spot global tembus US$5.245 per ons dan harga emas Antam mendekati Rp3 juta per gram di pasar domestik Indonesia.
Prospek Jangka Menengah Hingga PanjangPara analis internasional memperkirakan harga emas masih memiliki ruang untuk naik sepanjang 2026. Beberapa bank investasi besar seperti Goldman Sachs bahkan telah menaikkan target harga emas global hingga sekitar US$5.400 per ounce menjelang akhir tahun, didukung oleh diversifikasi cadangan negara dan permintaan investasi yang kuat. Proyeksi lain bahkan menyebut kemungkinan emas mencapai US$5.600 per ounce pada akhir 2026.
Namun Ada Risiko Koreksi
Baca Juga:Tak Tergoyahkan! 6 Pemain Badminton dengan Rekor Terlama di Puncak Ranking DuniaSassuolo Dihadang Laga Sulit Januari 2026, Jay Idzes Cs Tantang Tiga Tim Elite
Tren positif itu bukan tanpa risiko. Dalam kondisi geopolitik yang sedikit mereda pada pertengahan Januari lalu, harga emas domestik sempat mengalami penurunan ringan, dan sebagian investor mulai beralih ke aset *risk-on* yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
Apakah Sekarang Saat yang Tepat untuk Beli?Para pakar keuangan menyarankan bahwa membeli emas bisa worth it jika:
- Tujuan investasi Anda adalah, lindung nilai terhadap inflasi dan risiko global, jangka panjang nya Anda tidak terganggu oleh fluktuasi harga jangka pendek, Strategi Anda melibatkan diversifikasi portofolio, bukan seluruh modal all-in pada emas.
- Sebaliknya, jika tujuan Anda adalah keuntungan cepat jangka pendek, volatilitas harga dan koreksi pasar bisa membuat emas kurang cocok sekarang.
Maka dari itu, membeli emas di awal 2026 masih worth it sebagai bagian dari strategi investasi defensif dan diversifikasi, terutama menjelang kemungkinan harga emas melanjutkan tren kenaikan jangka panjang. Namun, investor disarankan memperhatikan risiko koreksi dan melihat tujuan keuangan pribadi sebelum mengambil keputusan.
