RADARCIREBON.TV – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang, pilihan antara menabung uang di bank atau menyimpan aset dalam bentuk emas masih menjadi perdebatan. Keduanya sama-sama populer karena dianggap aman, namun memiliki karakter, risiko, dan potensi keuntungan yang berbeda. Untuk membantu masyarakat menentukan pilihan yang paling sesuai, berikut simulasi sederhana perbandingan menabung di bank dan emas dalam jangka panjang.
Simulasi Menabung Bank vs Emas (Jangka 10 Tahun)
Asumsi Awal
Dana awal: Rp10.000.000Jangka waktu: 10 tahunBunga tabungan/deposito bank: 3% per tahunKenaikan harga emas rata-rata: 8% per tahun (mengacu tren jangka panjang, meski harga bisa naik-turun)Tidak memperhitungkan pajak & biaya administrasi agar sederhana
1. Menabung di Bank
Rumus bunga majemuk:Dana akhir = Dana awal × (1 + bunga)^tahun
Rp10.000.000 × (1 + 3%)¹⁰≈ Rp13.439.000
Catatan:Secara nominal uang bertambah, tetapi jika inflasi rata-rata 4–5% per tahun, daya beli uang bisa menurun.
2. Menabung dalam Bentuk Emas
Rp10.000.000 × (1 + 8%)¹⁰≈ Rp21.589.000
Baca Juga:Tak Tergoyahkan! 6 Pemain Badminton dengan Rekor Terlama di Puncak Ranking DuniaSassuolo Dihadang Laga Sulit Januari 2026, Jay Idzes Cs Tantang Tiga Tim Elite
Catatan: Nilai emas lebih fluktuatif dalam jangka pendek, namun historisnya lebih kuat menjaga nilai kekayaan terhadap inflasi.
Dengan ini dapat disimpulkan bahwa:
Tabungan bank cocok untuk:
- Dana darurat
- Kebutuhan jangka pendek
- Akses cepat & risiko rendah
Emas cocok untuk:
- Tujuan jangka panjang
- Melawan inflasi
- Menjaga nilai kekayaan
Adapun Strategi yang paling sehat secara finansial adalah gabungkan dari keduanya. Misalnya:
40% di bank (likuid & aman)60% di emas (pertumbuhan nilai jangka panjang)
