Lembaga keuangan UBS telah menaikkan perkiraan harga emas menjadi USD6.200 per troy ons untuk periode tiga kuartal pertama tahun ini, dengan proyeksi penurunan menjadi USD5.900 per troy ons pada akhir tahun 2026. Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga emas global antara lain ketidakpastian situasi geopolitik di berbagai wilayah, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), serta peningkatan permintaan dari berbagai pihak termasuk bank sentral negara-negara dan perusahaan kripto seperti Tether yang merencanakan untuk mengalokasikan sebagian portofolio investasinya ke dalam emas fisik.
Harga Emas dari Merek Lain
Pada hari Kamis (29 Januari 2026), harga emas Antam yang diperdagangkan melalui butik resmi Logam Mulia mencapai Rp3.168.000 per gram, mengalami kenaikan sebesar Rp165.000 dari harga sebelumnya. Sementara itu, harga emas Galeri 24 pada saat yang sama berada di level Rp3.068.000 per gram dengan harga buyback Rp2.878.000 per gram.
Untuk produk emas UBS, harga yang tercantum di platform e-commerce seperti Tokopedia menunjukkan variasi, dengan rentang harga berkisar antara Rp2.250.000 hingga Rp3.990.600 per gram, tergantung pada jenis produk dan penjual yang bersangkutan.
Baca Juga:Perkembangan Harga Emas 28 Januari 2026: Global Mendekati Rekor, Vietnam Naik, Indonesia BervariasiBerapa Gaji Bekerja di SPPG Tahun 2026? Berikut Rincian Lengkapnya
Selain perkembangan harga emas, harga perak juga menunjukkan tren kenaikan pada hari Kamis (29 Januari 2026), dengan harga perak Antam mencapai Rp72.900 per gram, naik Rp2.200 dari harga hari sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari investor dan kondisi kekurangan pasokan di pasar global.
