RADARCIREBON.TV – Harga perak milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan kenaikan yang signifikan pada hari Kamis, 29 Januari 2026, mengikuti tren kenaikan harga perak di pasar global sekaligus seiring dengan penguatan harga emas dunia. Berdasarkan informasi dari laman logammulia.com, harga perak Antam mengalami kenaikan sebesar Rp 2.200, sehingga berada pada posisi Rp 72.900 per gram – naik dari level sebelumnya di angka Rp 70.700 per gram dan mencatat rekor tertinggi baru dalam sejarah perdagangannya.
Peningkatan ini merupakan kelanjutan dari performa positif yang telah terlihat beberapa hari sebelumya. Pada hari Rabu, 28 Januari 2026, harga perak Antam telah naik Rp 2.700 ke level Rp 69.450 per gram pada sesi pagi, kemudian melanjutkan kenaikan sebesar Rp 1.250 menjadi Rp 70.700 per gram pada sesi sore, yang saat itu juga menjadi rekor baru. Sebelumnya, pada hari Selasa, 27 Januari 2026, harga perak Antam juga telah mengalami lonjakan sebesar Rp 1.150 hingga mencapai Rp 66.750 per gram.
Untuk produk perak batangan dengan berat spesifik, harga dasar perak Antam murni dengan berat 250 gram ditetapkan sebesar Rp 18.625.000, dan jika ditambah dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 11%, harganya menjadi Rp 20.673.750. Sementara itu, harga dasar perak batangan 500 gram adalah Rp 36.450.000, dengan total harga setelah dikenakan PPN 11% mencapai Rp 40.459.500. Selain produk batangan standar, terdapat juga rangkaian produk perak seri Heritage dengan harga sebagai berikut: perak dengan berat 31,1 gram dijual seharga Rp 2.815.066 (atau Rp 3.124.723 setelah PPN), serta perak 186,6 gram dengan harga Rp 15.768.439 (atau Rp 17.502.964 setelah PPN).
Baca Juga:Perkembangan Harga Emas 28 Januari 2026: Global Mendekati Rekor, Vietnam Naik, Indonesia BervariasiBerapa Gaji Bekerja di SPPG Tahun 2026? Berikut Rincian Lengkapnya
Di pasar internasional, harga perak spot pada pagi hari Kamis diperdagangkan di level USD 117.56 per troy ons, sedikit menurun 0,2% dari posisi sebelumnya, namun masih berada pada zona harga tinggi setelah pernah menyentuh rekor tertinggi sebesar USD 119.34. Harga perak dunia telah meningkat lebih dari 60% sejak awal tahun ini, didorong oleh permintaan investor yang mencari alternatif investasi lebih terjangkau dibandingkan emas, kondisi kekurangan pasokan global, serta faktor momentum pembelian. Analis dari Standard Chartered menyampaikan bahwa pasar perak diperkirakan akan kembali mengalami defisit pada tahun ini, dengan kondisi pasar yang ketat terutama disebabkan oleh berkurangnya ketersediaan stok yang siap dagang.
