Resiko Investasi Emas: Hal yang Harus Dipahami Sebelum Memulai Investasi

Resiko Investasi Emas
Investasi emas memiliki potensi keuntungan namun juga menyimpan berbagai risiko yang perlu dipahami sebelum memulai. Foto: Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Emas telah sejak lama diakui sebagai instrumen investasi yang stabil dan dapat dipercaya, seringkali menjadi pilihan masyarakat untuk melindungi kekayaan dari dampak inflasi dan ketidakstabilan kondisi ekonomi. Namun, sama seperti bentuk investasi lainnya, berinvestasi di emas juga menyimpan berbagai risiko yang perlu dipahami secara menyeluruh sebelum mengambil langkah keputusan.

Pemahaman yang jelas mengenai risiko-risiko ini akan membantu investor dalam mengambil tindakan yang lebih tepat dan sesuai dengan profil risiko serta target investasi yang dimiliki.

Risiko Perubahan Nilai Harga (Price Volatility Risk)

Salah satu risiko utama dalam berinvestasi emas adalah fluktuasi harga yang dapat terjadi secara mendadak. Meskipun emas dikenal sebagai aset yang mampu “menjaga nilai”, harga komoditas ini tidak selalu konstan dan dapat bergerak naik atau turun tergantung pada situasi pasar global. Berbagai faktor seperti kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral, tingkat suku bunga, pertumbuhan ekonomi dunia, serta ketegangan geopolitik dapat memengaruhi harga emas dengan cukup signifikan.

Baca Juga:Perkembangan Harga Emas 28 Januari 2026: Global Mendekati Rekor, Vietnam Naik, Indonesia BervariasiBerapa Gaji Bekerja di SPPG Tahun 2026? Berikut Rincian Lengkapnya

Pada beberapa periode tertentu, harga emas dapat mengalami penurunan yang cukup drastis dalam rentang waktu singkat. Contohnya, ketika ekonomi global menunjukkan performa pertumbuhan yang kuat dan investor lebih cenderung memilih instrumen investasi dengan potensi pengembalian lebih tinggi seperti saham atau obligasi, permintaan terhadap emas dapat mengalami penurunan yang kemudian menekan tingkat harganya. Hal ini berpotensi menyebabkan kerugian bagi investor yang melakukan penjualan pada saat harga berada di level rendah.

Risiko Likuiditas (Liquidity Risk)

Meskipun secara umum emas dianggap sebagai aset yang memiliki likuiditas tinggi, beberapa jenis produk investasi emas tertentu memiliki risiko likuiditas yang lebih besar. Emas dalam bentuk fisik seperti batangan atau koin memiliki risiko terkait kesulitan untuk menjualnya dengan cepat sesuai harga pasar yang wajar, terutama jika investor berada di daerah dengan akses terbatas ke pembeli resmi atau institusi keuangan yang menyediakan layanan pembelian emas.

Selain itu, produk investasi terkait emas seperti reksa dana yang berfokus pada emas atau kontrak berjangka emas juga memiliki risiko likuiditas yang perlu diwaspadai. Pada saat kondisi pasar tidak menguntungkan, volume perdagangan dapat menurun sehingga menjadi sulit untuk menutup posisi investasi dengan harga yang diharapkan. Beberapa produk juga menetapkan batasan waktu atau mengenakan biaya transaksi yang cukup tinggi ketika investor ingin menarik dana secara mendadak.

0 Komentar