Risiko Biaya dan Pengelolaan Administrasi
Berinvestasi di emas juga melibatkan berbagai jenis biaya yang dapat mengurangi potensi keuntungan atau bahkan menyebabkan terjadinya kerugian. Bagi investasi dalam bentuk emas fisik, biaya yang perlu diperhitungkan antara lain biaya pembelian yang biasanya lebih tinggi dibandingkan harga spot pasar, biaya untuk penyimpanan guna menjaga keamanan emas, serta biaya pemeriksaan keaslian ketika akan melakukan penjualan kembali.
Untuk produk investasi emas non-fisik seperti reksa dana emas, terdapat biaya manajemen portofolio, biaya penjualan, serta biaya administrasi yang dikenakan secara berkala. Kontrak berjangka emas juga melibatkan biaya margin, biaya komisi dari broker, serta risiko adanya panggilan tambahan modal jika harga bergerak tidak sesuai dengan perkiraan. Semua beban biaya ini dapat menambah beban finansial bagi investor dan secara tidak langsung mengurangi nilai keseluruhan investasi.
Risiko Regulator dan Peraturan Hukum
Perubahan kebijakan pemerintah dan peraturan yang berkaitan dengan perdagangan emas juga menjadi risiko yang perlu diperhatikan secara serius. Beberapa negara dapat mengeluarkan peraturan baru terkait impor, ekspor, atau pungutan pajak pada emas yang dapat berdampak pada nilai investasi. Misalnya, kenaikan tarif pajak pada penjualan emas atau pembatasan jumlah emas yang dapat dimiliki oleh setiap individu dapat memberikan efek negatif terhadap nilai investasi emas.
Baca Juga:Perkembangan Harga Emas 28 Januari 2026: Global Mendekati Rekor, Vietnam Naik, Indonesia BervariasiBerapa Gaji Bekerja di SPPG Tahun 2026? Berikut Rincian Lengkapnya
Selain itu, terdapat risiko terkait produk investasi emas yang tidak resmi atau bahkan ilegal. Beberapa penawaran investasi emas yang menjanjikan tingkat keuntungan tinggi dengan risiko yang diklaim rendah seringkali merupakan bentuk praktik penipuan yang dapat menyebabkan kerugian finansial yang signifikan bagi investor yang tidak menyadari hal tersebut.
