Meski Kabupaten Cirebon termasuk daerah yang rawan terjadi bencana, namun anggaran kebencanaan yang dikelola oleh BPBD masih terbatas. Sehingga upaya untuk modernisasi peralatan dan peningkatan SDM menjadi terhambat.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Cirebon mengakui masih menghadapi keterbatasan anggaran dalam upaya peningkatan kesiapsiagaan bencana. Keterbatasan tersebut berdampak pada pemenuhan kualitas sumber daya manusia hingga modernisasi peralatan kebencanaan.
Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, menyebutkan selain keterbatasan anggaran, BPBD juga masih kekurangan personel Tim Reaksi Cepat. Berdasarkan perhitungan ideal sesuai luas wilayah dan jumlah penduduk, BPBD Kabupaten Cirebon masih membutuhkan sekitar dua puluh personel tambahan.
Baca Juga:Desa Dukupuntang Terdampak Pipanisasi PDAM Kuningan – VideoDesa Cipanas Diaudit Inspektorat Kab. Cirebon – Video
Dari segi kualitas, Syamsul menjelaskan sebagian personel belum memiliki kemampuan dasar penanganan bencana secara menyeluruh. Padahal, setiap petugas idealnya memiliki keahlian khusus, seperti water rescue untuk penanganan banjir.
Sementara itu, untuk ketersediaan peralatan, BPBD menyebut secara umum masih tergolong cukup, seperti perahu karet dan perahu evakuasi. Namun, kebutuhan modernisasi alat berbasis teknologi kebencanaan masih terkendala oleh terbatasnya anggaran.
Menyikapi kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Cirebon tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Selain itu, BPBD melakukan kolaborasi melalui skema pentahelix dengan melibatkan dunia usaha melalui CSR, perguruan tinggi, serta partisipasi masyarakat.
Kondisi ini dinilai tak lepas dari belum jelasnya rancangan tema penganggaran daerah yang terintegrasi, sehingga jalur pemahaman antar perangkat daerah, termasuk dalam hal perencanaan kebencanaan, belum berjalan mulus.
Sebagai bentuk upaya menutup keterbatasan sarana dan SDM, BPBD Kabupaten Cirebon telah membentuk Kecamatan Tangguh Bencana, Desa Tangguh Bencana, serta mengaktifkan kembali posko-posko relawan. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi potensi bencana.