RADARCIREBON.TV – Persib Bandung kembali menunjukkan watak tim juara. Tanpa perlu pesta gol, Maung Bandung cukup menang tipis untuk menegaskan dominasi. Bermain dengan kepala dingin dan pertahanan kokoh, Persib menutup laga kontra Persis Solo dengan kemenangan yang menjaga mereka tetap nyaman di puncak klasemen.
Pelatih Bojan Hodak langsung membuat keputusan berani saat babak kedua baru saja dimulai. Andrew Jung, pencetak gol pada paruh pertama, ditarik keluar di menit ke-46.
Sebagai gantinya, Ramon Tanque diturunkan dengan satu misi: menambah daya gedor dan memastikan Persib tidak sekadar bertahan dengan keunggulan 1-0.
Baca Juga:HT : Persis Solo Vs Persib Bandung 0-1, Menunggu Amukan Ramon Tanque di Babak KeduaFulltime 1-0 Persib Bandung Unggul Atas Persis Solo di Stadion Manahan!
Keputusan itu seperti mengirim pesan tegas, cara terbaik untuk bertahan adalah dengan terus menyerang.
Tak hanya Tanque, Hodak juga memasukkan Luciano Guaycochea serta Alfreanda Dewangga. Pergantian ini membuat tempo permainan meningkat. Persib mencoba menekan dari berbagai sisi, memanfaatkan lebar lapangan dan mengalirkan bola lebih cepat ke area pertahanan Persis.
Namun sepak bola tak selalu berjalan sesuai rencana. Ramon Tanque yang diharapkan menjadi pemecah kebuntuan justru kesulitan menemukan ruang. Beberapa kali ia terlibat duel fisik dengan bek Persis, tetapi rapatnya garis pertahanan lawan membuat setiap peluang mentah sebelum benar-benar berbahaya.
Sentuhan akhirnya tak pernah datang dalam momen yang tepat. Alih-alih bertambah gol, Persib justru dipaksa bekerja keras menjaga ritme.
Bermain di kandang lawan tidak membuat mental Persis ciut. Sebaliknya, kepercayaan diri mereka meningkat seiring waktu berjalan. Blok pertahanan tampil disiplin, garis tengah tak mudah ditembus, dan setiap serangan Persib seolah berujung pada tembok merah yang sulit runtuh.
Meski begitu, Persis juga tak mampu membalikkan tekanan menjadi ancaman nyata. Empat bek Persib tampil seperti pagar baja. Putros, Kakang Rudianto, Federico Barba, dan Matricardi membentuk koordinasi yang nyaris tanpa cela. Mereka tak memberi ruang bagi penyerang Persis untuk bernapas lama di kotak penalti.
Di belakang mereka, Teja Paku Alam menjalani hari yang relatif tenang. Kiper andalan Persib itu jarang dipaksa melakukan penyelamatan spektakuler bukti bahwa sistem pertahanan berjalan sempurna.
