RADARCIREBON.TV – Kompetisi BRI League 2025/2026 terus menunjukkan persaingan ketat di papan atas klasemen. Dua tim besar, Persija Jakarta dan Persib Bandung, yang selama ini dikenal sebagai kandidat juara, kini dihadapkan pada tantangan berat setelah performa positif muncul dari klub lain seperti Borneo FC dan Malut United. Situasi ini menambah intensitas kompetisi domestik dan memberi tekanan lebih besar pada skuad yang tampil di zona atas.
Persija Jakarta dan Persib Bandung memang masih berada di jajaran papan atas klasemen, namun selisih poin dengan challenger mereka makin tipis. Tim-tim lain terus menempel dan mengintip celah untuk memanfaatkan setiap laga demi meraih kemenangan penting. Hal ini membuat setiap pertandingan kini menjadi krusial — satu kesalahan bisa membuat posisi tergerus oleh pesaing.
Borneo FC menjadi salah satu tim yang patut diwaspadai. Klub asal Kalimantan ini menunjukkan performa stabil, produktivitas gol yang konsisten, serta solidnya pertahanan. Setiap pekan, Borneo FC kerap menunjukkan karakter permainan yang agresif dan tak mudah menyerah, sehingga menjadi ancaman yang nyata bagi tim-tim besar seperti Persija dan Persib.
Baca Juga:Siapa Saja Superstar yang Pernah Dimiliki Persib Bandung? Ini Daftarnya!Gol Sundulan Andrew Jung Bawa Persib Bandung Unggul atas Persis Solo di Babak Pertama
Tidak kalah mengejutkan adalah kebangkitan Malut United. Awalnya dilihat sebagai tim yang masih dalam proses adaptasi di kompetisi tertinggi, Malut United justru mampu mencatatkan hasil positif secara reguler dan memperlihatkan mental juang tinggi. Keberhasilan mereka meraih poin penting di sejumlah laga membuat posisi di papan klasemen makin menjanjikan, sekaligus menambah persaingan ketat di zona atas.
Kondisi ini membuat rivalitas di liga semakin dinamis. Persija Jakarta, dengan pengalaman dan kedalaman skuadnya, tentu tak tinggal diam. Mereka terus berusaha konsisten di setiap pertandingan untuk menjaga posisi aman di puncak. Begitu juga dengan Persib Bandung yang dikenal kuat dalam penguasaan bola dan taktik serangan cepat — kedua tim ini tidak bisa menganggap remeh ancaman dari tim lain.
Para pelatih klub yang terlibat di papan atas menyadari bahwa kompetisi kini bukan hanya soal menghadapi tim di bawah mereka, tetapi juga menghadapi underdog yang tengah naik performanya. Strategi pengaturan skuat dan rotasi pemain menjadi kunci, terutama mengingat jadwal pertandingan yang padat dan tuntutan performa optimal di tiap laga.
