Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh di Bulan Syaban: Niat, Waktu Pelaksanaan, dan Makna Spiritual Menyambut Nisfu Sya

niat puasa ayyamul bidh nisfu syaban
Puasa Ayyamul Bidh secara umum dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Foto: Radar Bonang/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Menjelang pertengahan bulan Syaban, umat Islam kembali diingatkan pada dua amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar, yakni puasa Ayyamul Bidh dan puasa Nisfu Syaban.

Kedua ibadah ini kerap menjadi perhatian masyarakat karena diyakini memiliki nilai spiritual yang tinggi sebagai persiapan menuju bulan suci Ramadan. Salah satu aspek penting dalam pelaksanaannya adalah niat puasa, yang menjadi penentu sah atau tidaknya ibadah tersebut.

Puasa Ayyamul Bidh secara umum dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah. Sementara itu, Nisfu Syaban merujuk pada malam dan hari ke-15 bulan Syaban, yang dalam tradisi Islam sering dimaknai sebagai momentum introspeksi dan memperbanyak ibadah. Ketika tanggal 15 Syaban bertepatan dengan Ayyamul Bidh, umat Islam memiliki kesempatan untuk menggabungkan niat puasa sunnah tersebut.

Baca Juga:Jadwal Proliga 2026 Hari Ini: Duel Sengit & Laga Penentu Seri Pontianak Menanti Pecinta Bola Voli Indonesia Harga Emas Antam Hari Ini Tembus Level Rp2,6 Juta/Gram. Investor dan Masyarakat Ramai Respons! 

Pengertian Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dikerjakan pada tiga hari pertengahan bulan Hijriah, yaitu tanggal 13, 14, dan 15. Kata Ayyamul Bidh berarti “hari-hari putih”, yang merujuk pada kondisi malam hari ketika bulan purnama bersinar terang.

Puasa ini dianjurkan oleh Rasulullah SAW sebagaimana tercantum dalam berbagai hadis sahih. Dalam salah satu riwayat, Rasulullah SAW bersabda bahwa puasa tiga hari setiap bulan setara dengan puasa sepanjang tahun. Hal ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa Ayyamul Bidh sebagai amalan rutin yang ringan namun bernilai pahala besar.

Makna Nisfu Syaban dalam Islam

Nisfu Syaban secara bahasa berarti pertengahan bulan Syaban. Dalam tradisi keislaman, malam Nisfu Syaban sering dipahami sebagai waktu yang penuh rahmat dan ampunan. Banyak umat Islam mengisi malam tersebut dengan doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama mengenai amalan-amalan tertentu pada malam Nisfu Syaban, puasa pada siang harinya secara umum dipahami sebagai bagian dari puasa sunnah di bulan Syaban. Rasulullah SAW sendiri dikenal memperbanyak puasa sunnah di bulan ini sebagai bentuk persiapan menyambut Ramadan.

•Niat Puasa Ayyamul Bidh dan Nisfu Syaban

0 Komentar