Jelang bulan suci Ramadan, sejumlah bahan kebutuhan pokok di Pasar Sumber Kabupaten Cirebon mengalami kenaikan. Meski demikian, pengelola pasar justeru mengklaim bahwa harga saat ini masih stabil.
2 minggu sebelum Ramadan, harga bahan pokok di pasar tradisional Sumber Kabupaten Cirebon diklaim masih stabil. Namun di lapangan, pembeli merasakan hal berbeda, kenaikan kecil yang tercatat dalam data, justru menjadi beban nyata bagi rumah tangga.
Pengelola Pasar Sumber menegaskan, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih dalam batas normal. Kenaikan yang terjadi disebut hanya menyentuh komoditas tertentu seperti cabai, dan itu pun dalam kisaran seribu hingga dua ribu rupiah per kilogram.
Baca Juga:Jalan Berlubang Ancam Keselamatan Pengendara – VideoPegambilan Obat ARV untuk Penderita HIV/AIDS di RSUD Waled Bertarif – Video
Menurut data pengelola, stok sembako dinyatakan aman. Beras, daging, ayam, hingga telur belum mengalami lonjakan harga signifikan. Dari sudut pandang pengelola, kondisi pasar masih terkendali.
Namun, di balik angka dan persentase tersebut, pembeli merasakan tekanan yang berbeda. Kenaikan harga meski kecil, dinilai cukup menggerus pengeluaran harian, terutama ketika pendapatan tidak mengalami perubahan.
Salah seorang pembeli, Andri menyebut, untuk kebutuhan dapur yang biasanya dibeli setiap dua minggu sekali, kini harus menyiapkan uang lima puluh hingga seratus ribu rupiah. Jumlah ini dinilai semakin berat karena terjadi di tengah kebutuhan lain yang juga meningkat.
Mendekati bulan Ramadan, kontras ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Bukan hanya menjaga stabilitas angka, namun juga menyentuh realitas daya beli masyarakat, agar kebijakan tidak hanya terlihat aman di laporan, tetapi juga terasa adil di kehidupan sehari-hari.