Mendekati bulan suci Ramadan, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Tradisional Sumber Kabupaten Cirebon terpantau relatif terkendali. Meski demikian, sejumlah komoditas terutama cabai dan sayuran mulai mengalami kenaikan.
Aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Sumber Kabupaten Cirebon masih berlangsung normal. Namun pedagang mulai merasakan adanya pergerakan harga bahan pangan. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai, bawang, dan sejumlah sayuran.
Leni, pedagang bumbu dapur di Pasar Sumber, mengungkapkan, harga cabai merah dan cabai rawit terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Cabai rawit merah bahkan sempat menembus harga di atas seratus ribu rupiah per kilogram.
Baca Juga:Jalan Berlubang Ancam Keselamatan Pengendara – VideoPegambilan Obat ARV untuk Penderita HIV/AIDS di RSUD Waled Bertarif – Video
Menurut Leni, kenaikan harga terjadi hampir setiap hari, meski dalam jumlah kecil. Sementara penurunan harga cenderung lebih lama dan tidak signifikan. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti bawang putih justru mengalami penurunan harga.
Pedagang menyebut, selain faktor hujan, program Makan Bergizi atau MBG turut memberi dampak terhadap kenaikan harga sayuran. Saat program MBG berjalan, permintaan sayur meningkat sehingga harga ikut terdongkrak.
Sementara itu, Ati, pedagang bumbu dan daging, menyebut harga sejumlah kebutuhan pokok lain masih tergolong stabil. Harga ayam dan telur terpantau turun, sedangkan minyak goreng mengalami kenaikan tipis.
Ati menambahkan, biasanya kenaikan harga yang lebih signifikan baru akan terasa satu hingga dua pekan menjelang bulan Ramadan. Sejumlah komoditas seperti gula pasir dan gula merah pun diperkirakan akan mengikuti pergerakan harga.
Meski program MBG dinilai memberi dampak pada kenaikan sayuran, pedagang berharap harga kebutuhan pokok tetap terkendali. Agar daya beli masyarakat terutama kalangan kecil tidak tertekan menjelang bulan suci Ramadan.