RADARCIREBON.TV – Kedatangan Dion Markx ke Persib Bandung pada paruh kedua BRI Super League 2025/26 menarik perhatian pengamat sepak bola Indonesia karena beberapa alasan, terutama terkait peluang bek muda ini mendapatkan menit bermain bersama Maung Bandung. Markx yang berusia 20 tahun resmi bergabung sebagai pemain baru setelah kontraknya disepakati, namun realitas di lini belakang Persib menunjukkan persaingan yang sangat ketat bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari starting XI.
Persib memiliki struktur lini pertahanan yang stabil dan sarat pengalaman. Sebagai contoh, duet bek tengah seperti Julio Cesar dan Patricio Matricardi sudah menjadi pilihan konsisten dalam banyak laga liga. Keduanya tampil solid di bawah arahan pelatih Bojan Hodak, memberikan stabilitas yang membuat Persib menjadi salah satu tim dengan pertahanan terkuat di kompetisi. Kehadiran Federico Barba, yang punya pengalaman panjang bermain di kompetisi Eropa, juga memperkaya opsi pelatih sekaligus memperketat persaingan di sektor itu.
Dalam konteks tersebut, peluang Dion Markx untuk langsung mendapatkan menit bermain reguler memang tidak mudah. Konsistensi yang ditunjukkan oleh para pemain inti membuat rotasi menjadi sesuatu yang tidak dilakukan sembarangan. Bagi pemain muda yang baru tiba, sekadar masuk dalam daftar pemain cadangan saja sudah merupakan prestasi, apalagi mendapatkan kesempatan bermain secara penuh dalam pertandingan besar.
Baca Juga:Tak Ada Misi Balas Dendam, Bojan Hodak Fokus Persiapan Lawan Malut UnitedJadwal & Prediksi Timnas Futsal Indonesia vs Vietnam di Perempatfinal Piala Asia Futsal 2026
Namun, bukan berarti tidak ada peluang sama sekali bagi Dion Markx. Ada beberapa faktor yang bisa menjadi celah baginya untuk masuk ke dalam skuat inti Persib. Pertama, fleksibilitas posisi menjadi nilai tambah besar. Meski primarily berposisi sebagai bek tengah, Markx juga punya kemampuan untuk bermain sebagai gelandang bertahan, hal yang jadi opsi taktis menarik apabila tim membutuhkan keseimbangan tambahan di lini tengah. Fleksibilitas semacam ini bisa membuatnya dipertimbangkan terutama di skenario pertandingan yang membutuhkan perubahan strategi cepat.
Faktor kedua adalah aturan pemain U-23 yang masih berlaku di BRI Super League musim ini. Regulasi ini memaksa klub untuk mempertimbangkan opsi pemain muda sebagai bagian dari rencana taktis jangka pendek. Bersama dengan nama-nama seperti Kakang Rudianto dan Robi Darwis, Dion Markx bisa menjadi salah satu opsi yang memenuhi syarat U-23, memberikan nilai strategis tambahan bagi pelatih untuk memainkannya tanpa mengorbankan struktur utama tim.
