RADARCIREBON.TV- Di tengah geliat penjaga gawang asing di BRI Super League, Persib andalkan kiper lokal, Teja Paku Alam.
Berkat perannya, Persib mampu menyandang predikat sebagai tim dengan pertahanan paling solid di Super League 2025-2026.
Hingga pekan ke-19, Maung Bandung baru kebobolan 11 gol, catatan terbaik di antara seluruh peserta kompetisi musim ini.
Baca Juga:Kapan Sidang Isbat Awal Ramadan 1447 H Kemenag? Ketahui Alur Pelaksanaan Rukyatulhilal di IndonesiaHaul ke-16 Gus Dur di Cirebon: Merawat Simpul Pluralitas dari Rakyat untuk Rakyat, dan oleh Rakyat
Kokohnya lini belakang Persib tak bisa dilepaskan dari peran sang penjaga gawang, Teja Paku Alam.
Kiper berusia 31 tahun itu tampil konsisten sepanjang musim dan menjadi tembok terakhir yang sulit ditembus lawan.
Dari 17 pertandingan yang telah dimainkan, Teja sukses mencatatkan 11 clean sheet, terbanyak sejauh ini di Super League.
Catatan tersebut membuat Teja unggul atas kiper-kiper papan atas lain seperti Nadeo Argawinata (Borneo FC) dan Mike Hauptmeijer (Bali United) yang sama-sama mengoleksi delapan clean sheet.
Selain itu, rata-rata kebobolan Teja hanya 0,5 gol per pertandingan, statistik yang menempatkannya dalam persaingan kiper terbaik musim ini.
Performa impresif ini terbilang istimewa, mengingat pada musim lalu Teja lebih sering berstatus sebagai pelapis Kevin Ray Mendoza.
Namun di musim 2025-2026, ia justru tampil stabil dan terlibat persaingan sehat dengan kiper Persib asal Wales, Adam Przybek, dalam memperebutkan posisi utama.
Baca Juga:Risiko Investasi Emas yang Perlu Diketahui, Investor Pemula Wajib Tahu Sebelum Taruh DanaKenapa Harga Emas Naik Terus? Ini Faktor Global yang Mendorong Kenaikan Harga Emas di Suatu Negara
Perjalanan karier Teja Paku Alam sendiri dikenal penuh proses. Ia mengawali kiprah sepak bolanya di PPLP Sumatera Barat, sebelum menimba pengalaman internasional bersama SAD Indonesia di Uruguay.
Karier profesionalnya dimulai bersama Sriwijaya FC pada periode 2012–2018, lalu berlanjut ke Semen Padang FC pada musim 2018–2019.
Setelah Semen Padang terdegradasi, Persib Bandung merekrut Teja pada musim 2020. Debutnya bersama Maung Bandung terjadi saat menghadapi Persela Lamongan pada 1 Maret 2020, di bawah arahan pelatih Robert Rene Alberts.
Hingga kini, Teja telah mencatatkan 88 penampilan di kompetisi domestik serta 7 laga di ajang Asia.
Artinya, ia hanya membutuhkan lima pertandingan lagi untuk mencapai 100 penampilan bersama Persib.
Meski menjadi sorotan, Teja menegaskan keberhasilan Persib musim ini bukan hasil kerja individu.
Ia menilai solidnya lini pertahanan Maung Bandung merupakan hasil kerja kolektif, dengan kontribusi pemain-pemain seperti Patricio Matricardi, Julio Cesar, Federico Barba, Kakang Rudianto, hingga Eliano Reijnders.
