Hubungi pihak penyelenggara dan jelaskan kondisi ekonomi Anda secara jujur. Ajukan permohonan keringanan, seperti:
- Perpanjangan tenor (masa pinjaman).
- Penghapusan denda keterlambatan.
- Pemotongan bunga agar Anda hanya membayar pokoknya saja.
Tips Mengatur Gaji Agar Utang Cepat Lunas
Utang tidak akan pernah selesai jika gaya hidup Anda masih sama seperti saat utang itu dibuat. Anda perlu melakukan pengurangan keuangan dengan pengelolaan gaji yang lebih radikal.
1. Terapkan Rumus Modifikasi 50/40/10
Dalam kondisi normal, banyak pakar menyarankan rumus 50/30/20. Namun, karena Anda sedang dalam masa “darurat utang”, mari kita ubah proporsinya:
Baca Juga:Mau Mudik Gratis! Ini Cara Daftar Mudik Gratis Lebaran 20263 Rekomendasi Mobil Listrik yang Recomended Dibawah 100 Jutaan
- 50% untuk Kebutuhan Pokok: Hanya untuk makan, transportasi kerja, dan tagihan wajib (listrik/air).
- 40% untuk Pelunasan Utang: Alokasikan hampir separuh gaji Anda langsung untuk membayar cicilan begitu gajian tiba.
- 10% Dana Cadangan: Tetap simpan sedikit uang agar Anda tidak kembali berutang saat ada kebutuhan mendesak di tengah bulan.
2. Cari Penghasilan Tambahan (Side Hustle)
Jika gaji pokok memang sudah habis untuk kebutuhan dasar, maka solusinya adalah menambah pemasukan.
Manfaatkan keahlian Anda, mulai dari menjadi pekerja lepas (freelancer), hingga mengambil pekerjaan sampingan di akhir pekan.
Setiap rupiah dari hasil sampingan ini wajib langsung masuk ke kantong pelunasan utang.
