Di Luar Dugaan! Sejumlah Jurusan S1 Universitas Indonesia Ternyata Minim Peminat, Ini Fenomenanya

Kampus UI
Salah satu faktor utama penyebab sepinya peminat adalah persepsi terhadap peluang kerja setelah lulus. Foto: univ_indonesia/tangkap layar - radarcirebon.tv
0 Komentar

RADARCIREBON.TV- Universitas Indonesia (UI) selama ini dikenal sebagai magnet bagi lulusan SMA terbaik dari seluruh penjuru Tanah Air.

Setiap musim Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), ribuan calon mahasiswa berlomba-lomba memperebutkan kursi di kampus bergengsi tersebut. Namun di balik ketatnya persaingan pada jurusan favorit seperti Kedokteran, Hukum, dan Manajemen, muncul fenomena yang jarang disorot: beberapa jurusan Sarjana (S1) di Universitas Indonesia justru tercatat sepi peminat.

Fenomena ini mematahkan anggapan bahwa semua program studi S1 di UI selalu diserbu pendaftar. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Baca Juga:Bukan Sekadar Tren: Investasi Emas Digital Jadi Pilihan Aman di Tengah Ketidakpastian EkonomiTak Sekadar Pelengkap Emas: Harga Perak Antam Hari Ini Jadi Sorotan Investor di Tengah Gejolak Pasar

Ketimpangan Minat dalam SNBP UI

Dalam jalur SNBP, pemilihan jurusan sangat dipengaruhi oleh prestasi akademik siswa dan strategi sekolah. Data dari beberapa tahun terakhir menunjukkan adanya ketimpangan signifikan antara jurusan favorit dan jurusan dengan peminat rendah. Sementara jurusan tertentu bisa memiliki rasio persaingan puluhan banding satu, sejumlah jurusan S1 lain justru hanya memiliki jumlah pendaftar yang sedikit di atas daya tampung.

Kondisi ini bukan berarti jurusan tersebut kurang berkualitas. Sebaliknya, banyak di antaranya memiliki dosen berpengalaman, kurikulum solid, serta kontribusi akademik yang signifikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Persepsi Pasar Kerja Jadi Penentu Utama

Salah satu faktor utama penyebab sepinya peminat adalah persepsi terhadap peluang kerja setelah lulus. Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat, calon mahasiswa dan orang tua cenderung memilih jurusan yang dianggap memiliki “jalur karier jelas” dan cepat menghasilkan.

Jurusan-jurusan yang tidak secara langsung diasosiasikan dengan profesi populer atau sektor industri besar kerap dipersepsikan memiliki prospek kerja terbatas, meskipun pada kenyataannya lulusan jurusan tersebut justru memiliki fleksibilitas karier yang luas.

•Minim Eksposur Dibanding Jurusan Favorit

Jurusan S1 yang sepi peminat umumnya juga kurang mendapat sorotan publik dan media. Berbeda dengan jurusan favorit yang sering dikaitkan dengan tokoh publik, alumni sukses, atau gaji tinggi, jurusan tertentu jarang tampil dalam diskursus populer.

Akibatnya, siswa SMA yang sedang menentukan pilihan cenderung mengabaikan jurusan tersebut karena kurang familiar, bukan karena kualitasnya rendah.

0 Komentar