Gerhana Matahari Cincin Pertama 2026 Terjadi 17 Februari, Ini Lokasi Pengamatan dan Jadwal Lengkapnya

Gerhana Matahari Cincin
Gerhana Matahari Cincin Pertama 2026. Foto : Ilustrasi AI
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Fenomena astronomi menarik akan terjadi pada awal tahun 2026. Gerhana Matahari Cincin (GMC) pertama di tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa langit ini menjadi sorotan karena menghadirkan pemandangan khas berupa cincin cahaya Matahari yang mengelilingi Bulan.

Gerhana Matahari Cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, namun jaraknya sedang berada lebih jauh dari Bumi. Kondisi tersebut membuat Bulan tidak sepenuhnya menutupi piringan Matahari, sehingga bagian tepi Matahari masih terlihat dan membentuk efek visual yang dikenal sebagai fenomena “cincin api”.

Berdasarkan perhitungan astronomi, jalur cincin api pada Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 hanya akan terlihat secara sempurna di wilayah Antartika serta sebagian kecil kawasan Samudra Selatan. Di area inilah para pengamat dapat menyaksikan fenomena cincin cahaya Matahari yang terbentuk di sekeliling Bulan secara utuh.

Baca Juga:Profil Sergio Castel, Striker Spanyol Baru Persib Bandung di BRI Super League 2025/2026Hasil Manchester City vs Newcastle: The Citizens Lolos ke Final Carabao Cup 2025/2026

Sementara itu, sejumlah wilayah lain di dunia hanya akan mengalami gerhana matahari parsial. Daerah yang berpotensi menyaksikan fase sebagian tersebut meliputi ujung selatan Amerika Selatan, seperti Chile dan Argentina, kemudian Afrika Selatan, serta sebagian kawasan di Samudra Pasifik, Samudra Atlantik, dan Samudra Hindia.

Untuk wilayah Indonesia, fenomena Gerhana Matahari Cincin ini tidak dapat disaksikan, baik dalam fase cincin maupun parsial. Hal tersebut disebabkan jalur bayangan Bulan tidak melintasi kawasan Asia Tenggara, sehingga Indonesia berada di luar cakupan area pengamatan gerhana pada 17 Februari 2026.

Dari sisi waktu, rangkaian gerhana Matahari Cincin ini akan berlangsung dalam beberapa tahapan berdasarkan Waktu Universal (UTC). Fase gerhana parsial diperkirakan dimulai pada 09.56 UTC, kemudian memasuki fase cincin pada 11.42 UTC. Puncak gerhana terjadi sekitar 12.13 UTC, sebelum fase cincin berakhir pada 12.41 UTC.

Menariknya, peristiwa ini terjadi berdekatan dengan datangnya bulan Ramadhan 1447 Hijriah, yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Kedekatan waktu tersebut membuat fenomena gerhana ini memiliki nilai tersendiri, baik dari sisi astronomi maupun penanggalan keagamaan.

Selain gerhana cincin pada Februari, tahun 2026 juga akan diramaikan oleh Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026. Gerhana total tersebut diprediksi melintasi wilayah Greenland, Islandia, dan Spanyol, dan menjadi salah satu fenomena langit paling dinantikan di paruh kedua tahun 2026.

0 Komentar