RADARCIREBON.TV- Menjelang bulan suci Ramadhan, sejumlah harga bahan pokok di Kota Bengkulu mulai mengalami kenaikan.
Kondisi ini dirasakan masyarakat seiring meningkatnya kebutuhan untuk persiapan menjalani ibadah puasa.
Pantauan di Pasar Minggu Kota Bengkulu menunjukkan beberapa komoditas utama mulai naik secara bertahap.
Baca Juga:Pendaftar dan Kuota SNBP tahun 2025-2026 Universitas IndonesiaJadwal Lengkap Rangkaian Acara NBA All-Star 2026
Harga telur ayam dijual sekitar Rp60.000 hingga Rp65.000 per karpet tergatung ukuran, minyak goreng kemasan berkisar Rp16.000 hingga Rp18.000 per liter, sementara cabai merah mencapai Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.
Salah seorang pedagang sembako, Damianti, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadhan.
Ia mengaku khawatir jika harga terus melonjak, daya beli masyarakat akan menurun.
“Kalau bisa, jangan terlalu melonjak harganya, biar para pembeli bisa tetap belanja di pasar,” ujar Damianti.
Selain faktor permintaan, kenaikan harga bahan pokok juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca buruk dalam sepekan terakhir.
Biaya distribusi dan pengiriman barang dari distributor ke pasar juga mengalami peningkatan.
Pedagang lainnya, Intan, menyebut para pedagang turut merasakan dampak langsung dari naiknya harga bahan pokok. Meski jumlah pembeli meningkat, modal yang harus dikeluarkan pedagang juga ikut bertambah.
Baca Juga:Harga Emas Antam Turun Drastis Hingga 2,8 per GramUpdate! Harga Perak Antam Naik Menjadi Rp 55.000 per Gram
“Usahakan jangan naik terus, kalau harga barang naik, modal kami juga bertambah, kalau harganya turun, modal kami berkurang,” katanya.
Para pedagang berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Ramadhan.
Mereka khawatir jika kenaikan harga terlalu tinggi, kondisi tersebut justru akan merugikan pedagang karena pembeli enggan berbelanja.
