Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 Jelang Ramadhan, Benarkah Lebih Berbahaya dari Gerhana Total?

Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026 Jelang Ramadhan, Benarkah Lebih Berbahaya dari Gerhana Total?
Dok. Shutterstock
0 Komentar

RADARCIREBON.TV – Fenomena langit yang memukau namun penuh risiko akan kembali menyapa bumi pada Selasa, 17 Februari 2026. Peristiwa astronomi yang dikenal sebagai Gerhana Matahari Cincin (GMC) ini menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena keindahannya yang menyerupai “Cincin Api” atau Ring of Fire, tetapi juga karena letak waktunya yang berdekatan dengan persiapan umat Muslim menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Namun, di balik pesonanya, muncul peringatan serius dari para ahli: benarkah gerhana kali ini jauh lebih berbahaya bagi mata dibandingkan gerhana matahari total?

Mengenal Fenomena “Cincin Api” 17 Februari

Secara ilmiah, Gerhana Matahari Cincin terjadi saat Bulan berada di titik terjauh dari Bumi (apogee). Akibat jarak yang jauh ini, ukuran piringan Bulan tampak lebih kecil dari piringan Matahari. Ketika ketiganya berada dalam satu garis lurus, Bulan tidak mampu menutupi seluruh permukaan Matahari secara sempurna. Hasilnya, cahaya Matahari yang tersisa di bagian tepi akan membentuk lingkaran cahaya terang yang menyala, sementara bagian tengahnya gelap gulita.

Momen ini diprediksi akan berlangsung selama total 271 menit secara keseluruhan, dengan durasi puncak “cincin api” mencapai sekitar 2 menit 20 detik bagi pengamat yang berada di jalur utama.

Mengapa Lebih Berbahaya dari Gerhana Total?

Baca Juga:Masih Punya Utang Puasa? Cek Kapan Batas Qadha Puasa Ramadhan 2026, Begini Penjelasan UlamaResmi!! Persib Bandung Datangkan Sergio Castel Eks Pemain Liga Spanyol

Banyak orang keliru menganggap bahwa Gerhana Matahari Cincin lebih aman karena Matahari tampak “tertutup”. Faktanya, justru sebaliknya. Pada Gerhana Matahari Total, ada fase di mana Matahari tertutup sepenuhnya sehingga mata manusia bisa melihat langsung korona matahari selama beberapa saat tanpa pelindung.

Namun, pada Gerhana Matahari Cincin 17 Februari mendatang, Matahari tetap menyisakan sekitar 1% hingga 4% cahayanya. Meskipun persentasenya kecil, radiasi inframerah dan ultraviolet yang dipancarkan tetap sangat kuat. Paparan cahaya ini secara langsung ke mata dapat menyebabkan solar retinopathy kerusakan permanen pada retina yang sering kali tidak terasa sakit pada awalnya, namun bisa menyebabkan kebutaan sebagian atau permanen. Inilah alasan mengapa para ahli astronomi menegaskan bahwa gerhana cincin secara teknis lebih berbahaya bagi pengamat yang ceroboh dibandingkan fase totalitas pada gerhana total.

0 Komentar