Siapa Saja yang Bisa Menyaksikan?
Sayangnya, bagi masyarakat Indonesia, fenomena ini tidak dapat disaksikan secara langsung karena jalur bayangan bulan hanya melewati wilayah kutub selatan dan sekitarnya. Berdasarkan data astronomi, berikut adalah daftar wilayah dan pihak yang dapat mengamati peristiwa ini:
Antartika: Menjadi wilayah utama yang dilintasi jalur gerhana pusat (annularity).
Ilmuwan dan Peneliti: Para ahli yang bertugas di stasiun penelitian Antartika akan memiliki kursi baris terdepan untuk fenomena ini.
Kapal Pesiar Khusus: Wisatawan yang melakukan perjalanan ekspedisi ke wilayah kutub selatan pada akhir musim.
Baca Juga:Masih Punya Utang Puasa? Cek Kapan Batas Qadha Puasa Ramadhan 2026, Begini Penjelasan UlamaResmi!! Persib Bandung Datangkan Sergio Castel Eks Pemain Liga Spanyol
Afrika Bagian Selatan: Sebagian wilayah seperti Madagaskar, Mauritius, dan Afrika Selatan akan melihat gerhana matahari sebagian.
Amerika Selatan: Wilayah ujung selatan seperti Argentina dan Chili juga hanya akan mendapatkan fase gerhana sebagian.
Samudra Luas: Wilayah Samudra Hindia, Pasifik, dan Atlantik bagian selatan.
Kaitan dengan Bulan Ramadhan
Peristiwa alam ini juga memiliki signifikansi religius bagi umat Islam. Terjadinya gerhana matahari pada 17 Februari 2026 bertepatan dengan fase bulan baru yang menjadi parameter penting bagi para ahli hisab dan rukyat. Peristiwa ini menjadi penanda alamiah dalam proses penentuan hilal awal Ramadhan 1447 H. Meskipun warga Indonesia tidak bisa melihat gerhana secara fisik di langit, fenomena ini tetap menjadi momen pengingat akan kebesaran mekanika alam semesta menjelang bulan puasa.
Bagi Anda yang ingin menyaksikan, sangat disarankan untuk mengikuti siaran langsung melalui kanal resmi lembaga antariksa dunia seperti NASA atau BRIN, demi menjaga keselamatan mata tanpa kehilangan momen langka ini.
