Kebocoran pipa utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata terjadi di Jalan Tanjakan Plangon, Desa Bakalan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon. Insiden ini menyebabkan gangguan distribusi air bersih ke sebagian besar wilayah Kota Cirebon.
Kebocoran terjadi pada pipa berdiameter enam ratus milimeter dengan tekanan air mencapai delapan belas hingga sembilan belas bar. Hingga saat ini, penyebab awal kebocoran masih belum dapat dipastikan.
Akibat insiden tersebut, perkiraan kehilangan air mencapai tujuh puluh lima hingga tujuh puluh delapan ribu meter kubik. Sebanyak tiga puluh ribu pelanggan atau lima puluh persen dari total pelanggan PDAM Kota Cirebon terdampak.
Baca Juga:Bupati Imron Soroti Kasus Penipuan P3K Di Lingkup Pemkab Cirebon – VideoPipa Swasta Ditemukan Pada Kawasan Mata Air Cikalahang – Video
Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Giri Nata Kota Cirebon, Sofyan Satari, mengungkapkan lokasi kebocoran telah ditemukan dan saat ini dalam proses perbaikan.
Menurut Sofyan, proses perbaikan pipa ditargetkan selesai dalam waktu satu hingga dua hari jika kondisi cuaca mendukung. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga, PDAM menyiagakan tiga unit mobil tangki serta mendapatkan bantuan dari PDAM sekitar.
Sofyan menjelaskan pipa yang mengalami kebocoran merupakan pipa lama yang terpasang sejak tahun seribu sembilan ratus tujuh puluh delapan. Meski masih dinyatakan layak, kebocoran diduga dipengaruhi beban jalan dan kondisi tanjakan yang relatif labil.
Setelah proses perbaikan selesai, PDAM memperkirakan proses normalisasi debit dan tekanan air ke pelanggan akan memerlukan waktu hingga satu minggu. Selama masa gangguan, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara bijak.